Warga Lampung Keranjingan Transaksi Dinar

Sejumlah warga di Bandarlampung, Pringsewu, dan Lampung Selatan, nampaknya lebih menyukai transaksi menggunakan mata uang Dinar, Dirham, dan Fulus di pasar muamalah.

Hal itu tentu saja membuat pemerintah setempat terkejut dan berharap agar warga tak melanjutkan kebiasaan tadi.

Mengingat transaksi yang sah di republik ini adalah dengan menggunakan mata uang rupiah. Bila tidak? Maka jual beli yang mereka lakukan bisa dianggap ilegal.