Waduh, RSUD Pesawaran Tak Bisa Tranfusi Darah

Meski harganya tak terlampau mahal untuk ukuran pemerintah. Tetapi, RSUD Pesawaran tak juga memiliki lemari penyimpanan darah dan tranfusi set.

Ketaktersediaanya dua alat tersebut membuat semua pasien yang membutuhkannya terpaksa harus dirujuk ke RSU Abdoel Moelek Bandarlampung.

Padahal lemari penyimpanan darah harganya pada kisaran Rp90 hingga Rp100 juta.

Sedangkan transfusi set hanya dibandrol Rp90 sampai Rp100 ribu dengan kapasitas 50 kantong darah.

Hal ini terungkap saat Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Indonesia cabang Lampung menggelar bakti sosial di rumah sakit itu, Rabu 14 Oktober 2020.

Kegiatan dalam rangka peringatan HUT ke 30 perhimpunan tersebut diikuti oleh 75 tenaga medis dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas di sana.

HUT 30 PDS PATKLIN/ 75 tenaga medis laksanakan donor darah

Dalam perayaan hari jadinya yang ke 30 tahun/ perhimpunan dokter spesialis patologi klinik dan kedokteran indonesia (PDSPATKLIN) Lampung/ bekerja sama dengan rumah sakit umum daerah pesawaran / melaksanakan acara Bakti sosial/ donor darah / yang di laksanakan di RSUD pesawaran//

75 tenaga medis yang ada pesawaran/ mengisi perayaan hari jadi ke 30 PATKLIN Lampung / melaksanakan baksos dengan menggelar donor darah/ bertempat di RSUD pesawaran//

Ketua PDS PATKLIN/ Dr syuhada/ yang juga selaku ketua tim mengatakan bahwa harapkan laksanakan bakti sosial donor darah ini dapat membantu rumah sakit pesawaran /dalam keperluan akan darah/ penanganan pasien//

Mengawali kegiatan donor darah/ kepala dinas kesehatan pesawaran /Dr Harun tri joko / yang kemudian di lanjutkan dengan pegawai dinas kesehatan/ dan pegawai rumah sakit umum pesawaran/serta dari beberapa pegawai puskesmas pesawaran//

di ketahui/ rumah sakit pesawaran / belum memiliki alat untuk tranfusi darah /sehingga dalam memenuhi kebutuhan darah / hingga kini/ dalam memenuhi kebutuhan pasien kekurangan darah/ tetap melalui rumah sakit di bandar Lampung//