Orang Banten Didakwa Dagang Bom di Lampung

LANTARAN KEDAPATAN JUAL BELI BAHAN PELEDAK / SEORANG WARGA KABUPATEN PANDEGLANG / PROVINSI BANTEN / DISIDANGKAN DAN DIDAKWA MELANGGAR PASAL 1 AYAT – 1 UNDANG – UNDANG DARURAT R – I NOMOR 12 TAHUN 1951 / TENTANG SENJATA API DAN BAHAN PELEDAK / DENGAN ANCAMAN HUKUMAN MAKSIMAL PENJARA SELAMA 20 TAHUN ///

H-A / DISIDANGKAN DAN DIDAKWA TELAH MELANGGAT PASAL YANG MENGATUR TENTANG SENJATA API / AMUNISI / ATAU BAHAN PELEDAK / DENGAN BARANG BUKTI SERBUK AMPO POTASSIUM CHLORIDE SEBANYAK LIMA KILOGRAM / BESERTA 50 BUAH SUMBU //

OLEH JAKSA / WARGA KABUPATEN PANDEGLANG PROVINSI BANTEN INI / DIJERAT DENGAN PASAL 1 AYAT – 1 UNDANG – UNDANG DARURAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 1951 / DENGAN ANCAMAN HUKUMAN PIDANA PENJARA MAKSIMAL SELAMA 20 TAHUN //

DALAM DAKWAANNYA / PRIA 41 TAHUN INI / PADA JULI 2020 LALU MENERIMA PESANAN UNTUK MERACIK BOM DARI DUA ORANG NELAYAN BERINISIAL H-R DAN R-R / DENGAN BAYARAN 200 RIBU RUPIAH SEBAGAI UPAH MERACIK BAHAN PELEDAK MENJADI SIAP PAKAI //

BAHAN – BAHAN PELEDAK TERSEBUT TERDAKWA BELI DI DAERAH PANJANG / BANDAR LAMPUNG / DARI SEORANG PEMASOK BAHAN PELEDAK YANG KINI MENJADI BURONAN POLISI BERINISIAL A-L / DENGAN HARGA SATU JUTA 200 RIBU RUPIAH UNTUK LIMA KILO BAHAN PELEDAK / BESERTA SUMBUNYA //

TERDAKWA SENDIRI SEBENARNYA TELAH LAMA MENJADI TARGET OPERASI PIHAK KEPOLISIAN / DAN BARU BERHASIL DITANGKAP DI BULAN JULI KEMARIN SAAT TERDAKWA HENDAK MENUJU KE BAKAUHENI / LAMPUNG SELATAN //

SEMENTARA SIDANG LANJUTAN DARI PERKARA INI AKAN KEMBALI DIGELAR PEKAN DEPAN / DENGAN AGENDA SIDANG YAITU MENDENGARKAN KETERANGAN SAKSI – SAKSI ///