Indikasi Money Politic Yutuber Mentok

Nampaknya pasangan peserta Pilkada Bandarlampung Yusuf Kohar – Tulus Purnomo, lolos dari jerat hukum terkait temuan sabun berlogo calon nomor 2 ini.

Meski sabun cair dalam kemasan botol bergambar pasangan yang mengusung jargon Yutuber tersebut, tak tertera dalam item sesuai PKPU Nomor 13 tahun 2020 tentang protokol kesehatan sehingga bernuansa politik uang.

Namun, warga yang mengetahui dan melihat proses pembagiannya di Kelurahan Sepangjaya, Kecamatan Kedaton, pada Selasa 29 September 2020, takut melapor pada jajaran bawaslu.

Padahal Ketua Bawaslu Bandarlampung Candrawansah berulang kali menghimbau pada masyarakat untuk aktif dalam melakukan pengawasan tahapan pilkada.

Pada sisi lain, Ketua KPU Bandarlampung Dedy Triyadi menegaskan bahwa demi mendukung anjuran pemerintah terkait protokol kesehatan pihaknya telah menuangkannya dalam aturan kampanye.

Namun, pihaknya mengaku tak kuasa menelaah lebih lanjut bila ada meteri di luar aturan tersebut, mengingat hal ini adalah kewenanngan Bawaslu.

Andai saja ada pihak yang berani melapor, maka pasangan nomor urut 2 ini, bakal terkena sanksi pembatalan sebagai calon.

Bahkan Yusuf Kohar – Tulus Purnomo hingga tim pemenangannya dimungkin pula terjerat sanksi pidana 3 hingga 4 tahun penjara serta denda Rp36 juta sampai Rp48 juta.

Hal itu sesuai pasal 278, 280, 284, 515, dan 523, Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Mengingat item sabun cair tidak tertera dalam PKPU Nomor 13 tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Covid-19.