Dear Mulyadi Irsan, ASN Siluman Ditindak Geh

Drama ketidaknetralan ASN Waykanan yang dipertontonkan pada media sosial memantik respon keras masyarakat dari 15 kecamatan.

Bersama Barisan Relawan Jokowi Presiden atau Bara JP, mereka menggelar unjuk rasa di kantor Pemkab, Kamis 1 Oktober 2020.

Bahkan Penjabat Sementara Bupati Waykanan Mulyadi Irsan didesak untuk selekasnya mengambil tindakan tegas terhadap para oknum ASN yang mengaku sebagai siluman tersebut.

Mengingat tugas utamanya di Waykanan adalah mengawal pilkada serentak terkait netralitas pegawai serta memutus mata rantai pendemi Covid-19.

Sementara itu, Enda Prasetia atas nama masyarakat 15 kecamatan di Waykanan menuntut semua penyelenggara negara di lingkungan pemerintah setempat tidak memihak salah satu calon.

Serta, meminta instansi terkait hingga atasannya untuk berani menindak tegas dengan memberikan sanksi maksimal berupa pemecatan atau hukuman pidana.

Merespon sangkaan ini, Sekretaris Pemkab Waykanan Saipul dikabarkan sedang meminta klarifikasi dari para jajarannya.

Yaitu, Edwin Bavur (Kadis Koperasi dan UKM), Bismi Janadi (Kepala BPBD), Andre Awiya (Camat Bumiagung) dan Raminto (Sekretari Dinas Pendidikan).

Pada sisi lain Bawaslu Waykanan juga tengah melakukan pengusutan serupa terkait laporan dari masyarakat.

Koordinator Divisi Pelanggaran Pemilu Bawaslu Waykana Triwana mengungkapkan pihaknya telah memanggil Edi Supratman sebagai pelapor.

Serta seorang saksi atas nama Indra Wibowo untuk menjalani klarifikasi tertutup di kantor Bawaslu setempat, pagi tadi.

Pilkada serentak di Waykanan diikuti oleh dua pasangan calon. Yaitu Juprius – Rina Marlina nomor urut 1.

Dan, petahana Raden Adipati Surya – Ali Rahman nomor urut 2.