APBD 2021 Waykanan Tak Akomodir Rehab Jalan

Bupati Waykanan Raden Adipati Surya mengungkapkan APBD 2021 senilai Rp1,35 triliun terfokuskan pada penanganan penanggulamgan pendemi Covid-19.

Mengingat hal tersebut adalah skala prioritas untuk saat ini.

Akibatnya tak tersisa sedikitpun untuk alokasi rehab jalan di 15 kecamatan yang kondisinya rusak parah.

Meski begitu, dia meyakinkan bahwa perbaikan jalan milik provinsi dan nasional akan terus berlanjut megingat sumber pendanaannya dari DAU Pemprov dan APBN.

Hal ini diungkapkannya usai pengesahan APBD 2021 dalam rapat paripurna DPRD Waykanan, Rabu 23 September 2020.

Setidaknya terdapat 120 kilometer jalan yang kondisinya memprihatinkan tersebebar di 15 kecamatan di kabupaten ini.

Diantaranya terdapat di Kecamatan Bahuga 11 kilometer antara Mesir dan Gedungharapan.

Lalu, Kecamatan Blambanganumpu mencapai 6 kilometer yang kerap menyebabkan kecelakaan.

Kemudian Kecamatan Negarabatin. Terdapat ruas sepanjang 6 kilometer yang masih onderlagh.

Serta jalan antara Kecamatan Umpusemenguk hingga Kecamatan Kasui sepanjang 10 kilometer.

Pada sisi lain, struktur pendapatan APBD 2021 senilai Rp1.35 triliun yang meliputi Pendapatan Asli Daerah Rp.62,8 Milyar yang diperoleh dari Pajak Daerah sebesar Rp.20 Milyar.

Retribusi Daerah sebesar Rp.2,246 Milyar, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah sebesar Rp.4,6 Milyar dan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah sebesar Rp.35,985 Milyar.

Pendapatan Transfer Tahun 2021 secara total direncanakan sebesar Rp.1.23 trikiun yang terdiri dari Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat sebesar Rp.1.152 Milyar dan Pendapatan Transfer Antar Daerah sebesar Rp.85 Milyar.

Komponen lain yang ikut andil dalam membentuk kontribusi terhadap Pendapatan dalam RAPBD 2021 yaitu yang berasal dari Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah sebesar Rp.53 Milyar yang bersumber dari Lain-lain Pendapatan sesuai dengan Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan.

Sesangkan struktur Belanja terdiri dari Belanja Operasi sebesar Rp.863 Milyar yang tersebar pada alokasi Belanja Pegawai sebesar Rp.510,5 Milyar,

Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp.285 Milyar, Belanja Hibah sebesar Rp.58 Milyar, Belanja Bantuan Sosial sebesar Rp.5 Milyar dan Belanja Bunga sebesar Rp.4,5 Milyar.

Alokasi untuk Belanja Modal sebesar Rp.140 Milyar. Alokasi untuk Belanja Tidak Terduga sebesar Rp.2 Milyar.

Sedangkan Belanja Transfer sebesar Rp.288 Milyar yang terdiri dari Belanja Bagi Hasil sebesar Rp.2,5 Milyar dan Belanja Bantuan Keuangan sebesar Rp.285,5 Milyar.

Dengan demikian RAPBD tahun 2021 mengalami surplus sebesar Rp.59,477 Milyar.

Serta pengeluaran pembiayaan dianggarkan sebesar Rp.64,477 Milyar, yang dialokasikan untuk Penyertaan Modal Investasi Pemerintah dan Pembayaran Pokok Utang.