Ali Jaber Maafkan Terdakwa

 

SYEKH ALI JABER DAN TERDAKWA BERDAMAI DI HADAPAN MAJELIS HAKIM SAAT SIDANG PENUSUKANNYA DIGELAR / KESEDIAAN PERMINTAAN MAAF TERSEBUT / JUGA DIHARAPKAN MENJADI SEBUAH PERTIMBANGAN JAKSA DAN HAKIM UNTUK MENJATUHKAN HUKUMAN RINGAN KEPADA TERDAKWA NANTI ///

PERSIDANGAN LANJUTAN PERKARA PERCOBAAN PEMBUNUHAN SYEKH ALI JABER DIGELAR KAMIS PAGI 26 NOVEMBER 2020 / DI PENGADILAN NEGERI TANJUNG KARANG DENGAN AGENDA MENDENGARKAN KETERANGAN SAKSI //

DALAM SIDANG KALI INI SYEKH ALI JABER SELAKU KORBAN PENUSUKAN TERDAKWA A-A / DIHADIRKAN DALAM PERSIDANGAN SECARA TELECONFERENCE / UNTUK MEMBERIKAN KETERANGANNYA DI HADAPAN MAJELIS HAKIM //

TAK BEBERAPA SETELAH PERSIDANGAN DINYATAKAN DIBUKA / TERDAKWA DAN KORBANNYA PUN SALING MENYAPA / DAN TERDENGAR PERMINTAAN MAAF A-A KEPADA SYEKH ALI JABER / ATAS PERBUATAN YANG TELAH MEMBUAT LUKA SENJATA TAJAM DI LENGANNYA TERSEBUT //

MENYAMBUT BAIK PERMOHONAN AMPUN DARI TERDAKWA / SANG PENCERAMAH INI PUN SEGERA MERESPON / DENGAN MENYATAKAN BAHWA IA PUN MEMAAFKAN PERBUATAN A-A SUDAH SEJAK DARI PERISTIWA PENUSUKAN ITU TERJADI //

PERDAMAIAN KEDUA BELAH PIHAK DIHADAPAN MAJELIS HAKIM KALI INI / DIHARAPKAN OLEH KUASA HUKUM TERDAKWA / DAPAT MENJADI PERTIMBANGAN HAKIM DAN JAKSA / DALAM MENENTUKAN HUKUMAN KEPADA KLIENNYA TERSEBUT //

DIKETAHUI DALAM GELARAN SIDANG SEBELUMNYA / TERDAKWA A-A DIDAKWA OLEH JAKSA DENGAN DAKWAAN PASAL KESATU PRIMAIR / DENGAN JERATAN PASAL 3-4-0 K-U-H-P JUNTO PASAL 53 K-U-H-P / TENTANG PERCOBAAN PEMBUNUHAN DENGAN RENCANA //

DAKWAAN SUBSIDAIR DENGAN JERATAN PASAL 3-3-8 K-U-H-P / JUNTO PASAL 53 K-U-H-P / TENTANG PERCOBAAN PEMBUNUHAN DENGAN SENGAJA / DAN DAKWAAN LEBIH SUBSIDAIR DENGAN JERATAN PASAL 3-5-5 AYAT – 1 K-U-H-P / TENTANG PENGANIAYAAN BERAT DENGAN RENCANA //

DAKWAAN LEBIH SUBSIDAIR LAGI DENGAN JERATAN PASAL 3-5-1 AYAT KE – 2 K-U-H-P / TENTANG PERBUATAN YANG MENGAKIBATKAN LUKA – LUKA BERAT / DAN DIDAKWA DENGAN DAKWAAN LEBIH – LEBIH SUBSIDAIR LAGI DENGAN JERATAN PASAL 3-5-1 AYAT – 1 K-U-H-P / YANG MENGATUR TENTANG PENGANIAYAAN //

SERTA DIDAKWA DENGAN DAKWAAN KE-DUA YAITU DENGAN JERATAN PASAL -2 AYAT – 1 UNDANG – UNDANG DARURAT NOMOR 12 TAHUN 1951 / YANG MENGATUR TENTANG SENJATA TAJAM ///