Zuhairi & Budiman Debat Soal Ijazah Palsu

Sikap 2 Pejabat Pemkab Pringsewu terhadap permasalahan ijazah yang menimpa Jupri, calon Kepala Pekon Kamilin peraih suara terbanyak, berbeda.
Yaitu, antara menunda pelantikannya dan tidak. Akibatnya, Jupri tidak bisa mengikuti prosesi pelatikan pada Senin 26 November lalu.

Asisten 1 bidang pemerintahan Pemkab Pringsewu Zuhairi menyarankun untum menunda pelantikannya, sampai selesainya permasalahan ijazah paket A dan B yang diduga palsu tersebut.

Mengingat ada kesalahan dalam penulisan di ijazah paket B, yaitu pada nama orang tua.

Sementara itu, sekretaris daerah Pringsewu A. Budiman PM mengatakan dugaan ijazah palsu milik Jupri sudah tidak ada masalah.
Soal itu akan selesai apabila dari PKBM dan dinas pendidikan memiliki arsip, bahwa Jupri terdaftar di instansi terkait dan pernah mengikuti paket B tersebut. (*)