Yustin Lestarikan Kain Tapis

Masyarakat Lampung memiliki banyak warisan leluhur di bidang adat dan budaya. Salah satunya, kain tapis. Beragam motif, gaya, dan ciri khasnya, tersebar di 15 kabupaten/kota.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Lampung Aprilani Yustin Ficardo, di gedung Lamban, Mahan Agung, Bandarlampung, pada Kamis kemarin.

Menurut Yustin, masyarakat Lampung berkewajiban untuk terus menggali dan melestarikan warisan leluhur. Tak terkecuali kain tapis.
Bahkan, dalam perjalanan dengan mengelilingi 15 kabupaten/kota di Bumi Ruwa Jurai, ia melihat di wilayah Pesisir Lampung saat ini, tepatnya pulau Pisang, mayoritas masyarakatnya bermatapencaharian membuat kain tapis.

Selain itu, di Kabupaten Pesawaran juga terdapat beberapa Usaha Mikro Kecil dan Menengah sebagai pengrajin tapis.
Bahkan di antaranya anggotanya terdapat kaum millenial dengan usia termuda 13 tahun, yang telah memulai usaha mandiri sebagai pengrajin tapis.
Semua itu tak lepas dari kegigihan Yustin yang hampir empat tahun melakukan pembinaan ke pengrajin tapis.

Bahkan UMKM saat ini telah berinovasi dengan membuatnya menjadi seringan mungkin sehingga bisa dipakai kaula muda sengan gaya elegan, trendi, dan juga sporty.

Inovasi ini dicurahkan dengan mengkombinasi kain tapis di kaos dan bahan lainnya agar bisa dipakai kapan saja tapi tetap menawan.
Dia berharap, dengan banyaknya pengrajin ini, kain tapis Lampung tidak akan punah dan masyarakat bisa semakin sejahtera. (*)