Wendi Didakwa Curi Aset PT KAI

BANDAR LAMPUNG – Hati-hati berurusan dengan PT KAI. bila tidak? akan mengalami nasib seperti wendi. Pak ogah yang kerap mangkal di Jl Soekarno-Hatta ini menjadi pesakitan atas perkara pencurian 15 keping papan bekas milik PT KAI Lampung.

Wendi, seorang pria yang ber-profesi sebagai pak Ogah Di Jalan Sukarno Hata, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di meja hijau, lantaran diperkarakan oleh pihak PT KAI cabang Tanjung Karang, atas kasus pencurian kayu bekas 15 keping, sepanjang 4 meter.

Pria 30 tahun ini dianggap telah merugikan pihak PT KAI sebanyak 6 juta 2 ratus ribu rupiah, dengan keterangan yang diberikan oleh saksi Sudarto yang berstatus sebagai karyawan PT KAI ini, bahwa terdakwa telah mencuri kayu bekas sebanyak 35 keping dan pintu trails.

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Novian Saputra Ini, menghadirkan 2 orang saksi, yang memberatkan terdakwa Wendi, dengan memberikan keterangan jumlah banyaknya barang curian, yang sedikit berbeda dengan jumlah barang bukti yang disita dari warga panjang tersebut.

Terdakwa Wendi mengaku bahwa perbuatannya tersebut terpaksa ia lakukan, karena anaknya yang sedang bersekolah membutuhkan biaya untuk bayaran bulanan sekolahnya, yang pada saat itu ia sama sekali tidak memiliki uang untuk melunasinya.Jaksa, Rebuli Sanjaya mendakwa pencuri kayu bekas ini dengan dakwaan sesuai dengan pasal 3-6-3 ayat 1, ke 5 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama selama 7 tahun.
Terdakwa yang mencuri dengan cara memanjat pagar gedung kosong, dan mencongkel kayu – kayu bekas tersebut dengan linggis. (*)