Wendi Dibui 8 Bulan Lantaran Curi Papan Bekas

Wendi, seorang Pak Ogah menjalani sidang putusan di Ruang Wiryono Projodikoro / Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjung Karang Bandar Lampung, ia menjadi terdakwa perkara pencurian 15 keping kayu bekas milik PT KAI.

Wendi, seorang pria yang ber-profesi sebagai Pak Ogah di Jalan Sukarno Hata, harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di meja hijau, lantaran diperkarakan oleh pihak PT KAI cabang Tanjung Karang, atas pencurian kayu bekas milik PT KAI sebanyak 15 keping, sepanjang 4 meter.

Pria 30 tahun ini dianggap telah merugikan pihak PT KAI sebanyak 6 juta 2 ratus ribu rupiah, dengan keterangan yang diberikan oleh saksi Sudarto yang berstatus sebagai karyawan PT KAI ini, bahwa terdakwa telah mencuri kayu bekas sebanyak 35 keping dan pintu tralis.

Dalam sidang yang beragendakan pembacaan vonis hakim kali ini, majelis hakim yang dipimpin oleh Hakim Ketua Novian Saputra, akhirnya memutuskan menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa selama 8 bulan kurungan penjara.

Diketahui pada keterangan yang diutarakan oleh terdakwa, warga Panjang ini mengaku bahwa perbuatannya tersebut terpaksa ia lakukan, karena anaknya yang sedang bersekolah membutuhkan biaya untuk bayaran bulanan sekolahnya, yang pada saat itu ia sama sekali tidak memiliki uang untuk melunasinya. (*)