Walhi Lampung Serukan Boikot Caleg Jorok

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Wilayah Provinsi Lampung sangat menyesalkan banyaknya Alat Peraga Kampanye (APK) milik calon anggota legislatif yang terpasang di pepohonan. Banner-banner ini selain merusak lingkungan dan keindahan kota, juga melanggar peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Untuk itu organisasi ini menyerukan pemboikotan.

Direktur Eksekutif Walhi Provinsi Lampung, Hendrawan, mengimbau para Caleg yang berkompetisi di Pileg 2019 tidak memasang alat peraga kampanye miliknya di pohon. Pohon merupakan paru-paru kota yang berfungsi sebagai tanaman untuk mengurangi polusi udara dan sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Menurut Hendrawan tahun politik seharusnya menjadi momentum bagi para caleg untuk mengampanyekan pelestarian lingkungan.

Walhi sebagai organisasi pecinta lingkungan berharap KPU dan Bawaslu berani untuk memberikan tindakan tegas kepada para caleg yang telah merusak lingkungan.

Hendrawan juga meminta para Caleg yang wajahnya terpampang di APK untuk bertanggung jawab atas pemasangan banner mereka di pohon, dan tidak melempar kesalahan kepada relawan di lapangan.

Pemasangan APK di pohon merupakan sebuah pelanggaran karena bertentangan dengan PKPU nomor 4 tahun 2017, bahkan beberapa waktu lalu, KPU Provinsi Lampung bersama partai politik peserta pemilu 2019 telah menandatangani kesepakatan mengenai pengadaan alat peraga kampanye.

Dalam rapat pleno tersebut, komisioner KPU Lampung Antonius mengingatkan agar APK tidak dipasang di pohon karena adanya Kecaman dari Walhi Lampung. (*)