Wahyu Lesmono Bakal Ditarget KPK

Senin pagi tadi, sidang lanjutan perkara suap fee proyek atas nama terdakwa Zainudin Hasan kembali digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjung Karang, dengan agenda sidang kali ini yaitu mendengarkan keterangan 4 saksi, salah satunya wahyu lesmono.

Anggota DPRD Kota Bandar Lampung bakal jadi incaran Komisi Pemberantasan Korupsi terkait perannya dalam perkara tersebut.

Di ruang Bagir Manan, Gedung Pengadilan Negeri Tipikor Kelas 1 A Tanjung Karang, kembali berlangsung sidang perkara suap fee proyek PUPR Lamsel, dengan menghadirkan 4 orang saksi, diantaranya turut politikus PAN, yang kini menjabat sebagai anggota DPRD Kota Bandar Lampung.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Mien Trisnawati, Wahyu Lesmono dicecar berbagai pertanyaan, seputar keterkaitannya dengan perkara tersebut, yang juga turut menjerat nama Agus BN, Anjar Asmara, dan Bupati non aktif Lampung Selatan, Zainudin Hasan.

Dalam keterangannya Wahyu Lesmono pun memaparkan, bahwa ia membenarkan pernah memberikan sejumlah uang Kepada Kadis Dinas PUPR Lampung Selatan, yang saat itu dijabat oleh terdakwa Anjar Asmara, sebesar 7 ratus 5 puluh juta rupiah, sebagai komitmen fee paket pekerjaan yang sejumlah 7,5 milyar rupiah.

Politisi partai PAN ini, juga mengakui bahwa bukan di tahun 2018 saja ia memberikan komitmen fee tersebut, tetapi pernah juga ia memberikan sejumlah uang kepada Kadis PUPR sebelumnya yaitu Hermansyah Hamidi, yang sebesar 1,4 milyar di tahun 2017 lalu.

Jaksa dari KPK pun menghargai atas kejujuran dan kesediaan Wahyu Lesmono untuk dapat hadir dalam sidang kali ini, namun saat ditanya oleh awak media terkait potensi status tersangka untuk sang politisi partai pan tersebut, jaksa menyerahkannya kepada majelis hakim untuk kelanjutan nasib Wahyu Lesmono, sesuai dengan amar putusan nanti. (*)