Wahyu Alldila & Xherda Dimakamkan Terpisah

Kedatangan jenazah Wahyu Alldila disambut isak tanggis keluarga serta kerabat yang mengalami kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh diperairan Kerawang,, Jawabarat, Rabu pagi, di rumah duka pringkumpul, Kelurahan Pringsewu Selatan, Pringsewu, Lampung.

Setelah dilakukan indentifikasi oleh tim DVI pada Selasa di rumah sakit Polri, jenazah Wahyu Alldila dimakamkan di rumah orangtunya di Pringsewu Selatan, kabupaten Pringsewu, Rabu pagi.

Jenazah bapak dua anak ini diterbangkan dari Jakarta Rabu pagi menuju lampung, diingiringi oleh istri almarhum serta ibu kandung yang ikut menunggu proses indentifikasi selama delapan hari.

Paman korban Julius Agung, mengatakan, selama delapan hari dilakukan indentifikasi jenajah Wahyu Alldila ditemukan melalui sidik jari oleh tim DVI, sehinga dengan musywarah keluarga pada hari Rabu hari ini dimakamkan di Lampung.

Julius Agung juga otimis badan nasional pencarian dan pertolongan dan tim DVI, bisa menemukan anak Wahyu yang ikut mejadi korban dalam kecelakan pesawat lion Air JT 160 dengan rute penerbangan Jakarta – Pangkalpinang tersebut.

Julius menjelaskan seripihan kaki anak anak-anak sudah ditemukan tapi tim masih mencari, akan tetapi kami masih berharap besar pasti jenazah anak korban yang ikut dalam kecelakaan pesawat pasti ditemukan.

Pemakaman dilakukan di pemakamam umum gunung kancil, setelah disholatkan di masjid Sobari. Jika ditemukan jenazah Xherda, Anak nya, langsung dimakamkan di pangkal pinang demi menjaga jalinan silaturahmi antara keluarga di Pringsewu dan Pangkalpinang. (*)