Toni Fisher Soroti Kekerasan Anak

Komisioner KPAI Perwakilan Lampung, Toni Fisher, mengkritisi permasalahan hukum yang melibatkan anak yang jumlahnya semakin meningkat di setiap tahunnya. Dirinya pun mendorong masyarakat yang ada di Provinsi Lampung, agar segera menerapkan sistem desa ramah anak di walayahnya masing-masing.

Kekerasan terhadap anak yang kini makin marak terjadi di masyarakat, terkesan terjadi adanya sikap pembiaran dari masyarakat di wilayah tersebut, hingga bahkan kasus-kasus yang dialami itu sampai ter-ekspose ke media, hingga pula sampai diteruskan ke meja hijau.

Menyikapi hal tersebut, Toni Fisher sebagai Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia Perwakilan Lampung, berharap kepada kembalinya salah satu kebiasaan masyarakat lampung, yang lebih mengutamakan rembuk pekon untuk menyelesaikan permasalahan terhadap anak tersebut, hingga tidak sampai terjadi hal anak yang berhadapan dengan hokum.

Jika melihat dari undang-undang yang ada, pada pasal 72 undang-undang perlindungan anak, dikatakan olehnya peran dari media masa pun sangat penting untuk mendukung gerakan perlindungan anak, dari tahap pengawasan hingga pada publikasi terhadap permasalahan yang melibatkan anak-anak.

Dirinya pun berharap, kepada stake holder yang terkait agar dapat berperan aktif untuk menggugah masyarakat. Sehingga desa yang ramah anak terhadap ABH dapat segera terwujud, hingga permasalahan yang melibatkan anak tersebut tidak sampai mempengaruhi masa depannya nanti. (*)