Teroris Bom Amaliyah Incar Polda Lampung

Terduga teroris Rinto Alias Putra Syuhada, yang diamankan densus 88 anti teror di Kelurahan Penengahan, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung, dikenal masyarakat sebagai sosok yang tertutup.

Sebelum ditangkap, dia sempat mendapatkan beberapa pengiriman paket peledak yang dicurigai untuk aksi teror amaliyah berupa bom di Markas Kepolisian Daerah Lampung dan Jakarta.

Terduga teroris Rinto Alias Putra Syuhada, yang diamankan densus 88 anti teror di Kelurahan Penengahan, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung, dikenal masyarakat sebagai sosok yang tertutup.

Terduga jaringan radikal yang diamankan densus 88 antiteror bersama dengan Polsek Kedaton sehari – harinya berprofesi sebagai pedagang tas dan penjual batu akik.

Menurut warga sekitar, terduga teroris sempat menghilang sekitar 6 bulan lalu. Saat itu dia pergi dengan adiknya ke pulau jawa dengan mengendarai sepeda motor. Namun, setelah pulang ke rumah, sempat terlihat perilaku aneh dari terduga teroris tersebut, ia sering beradu argumen dengan orang tuanya terkait kepercayaan agama.

Bahkan, terduga teroris sempat mendapatkan beberapa pengiriman paket yang diduga bahan peledak ke rumahnya. Dari dalam rumah RI dan hasil interograsi, didapati bahan-bahan diduga bom dengan campuran potasium klorat, switching on off yang disimpan di atas atap rumah tetangga.

Sementara, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Sulistyaningsih, menjelaskan penanganan kasus terduga teroris ini telah diambil alih sepenuhnya oleh Mabes Polri. Meski begitu, dia belum mendapatkan informasi terkait keberadaan tersangka beserta barang buktinya.

Sebelumnya, Rinto terduga teroris telah ditangkap tim gabungan densus 88 antiteror bersama Polda Lampung pada sabtu sore lalu, atas penangkapan Rinto, selama kurang lebih 12 jam, tim Jibom Brimob Polda Lampung berhasil mengevakuasi bahan peledak. (*)