Terlilit Hutang Nia Antar 2 Kg Sabu

Seorang gadis belia warga pekan baru Riau, dihadirkan sebagai terdakwa dalam perkara narkotika dengan barang bukti sabu sebanyak 2 kilo gram, dalam keterangannya, Ia nekat menjadi kurir barang haram tersebut lantaran dirinya terlilit hutang.

Nia Apriani, wanita berusia 23 tahun ini, harus duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjung Karang Bandar Lampung, sebagai terdakwa perkara narkotika, dalam sidang yang beragendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa.

Dalam dakwaannya, wanita kelahiran padang ini, didakwa dengan pasal 114 dan 112, lantaran dirinya menjadi kurir dari narkotika jenis sabu, dengan berat total mencapai 2 kilogram, yang ia bawa dari Pekan Baru Riau menuju Bandar Lampung, bersama-sama dengan teman satu kostnya yang bernama lebok.

Barang haram tersebut diakui oleh dirinya, adalah pesanan seseorang di Bandar Lampung, yang sebelumnya ia diperintahkan oleh seorang yang bernama kokoh, saudara dari lebok yang biasa mereka temui di club malam, tempat dimana mereka sering berkumpul.

Wanita tamatan SMA ini, dalam keterangan yang ia berikan, mangakui bahwa ia sadar dengan apa yang ia lakukan. Namun dengan segala resiko yang harus ditanggungnya, dirinya tergiur upah yang akan didapatnya, yang ia harapkan dapat melunasi hutang – hutangnya.

Namun sialnya, belum sempat sabu yang dibawanya tersebut diterima oleh pemesan, Ia dan terdakwa lebok keduluan tertangkap oleh petugas yang menyamar, dan telah mengawasi gerak geriknya saat mereka berada di sekitaran Jalan Radin Intan, tepatnya di depan pelataran parkir rabo bank. (*)