Terdakwa Korupsi Jalan Lamtim Minta Keringanan Hukuman

Pengadilan Negeri Tanjung Karang Senin pagi tadi, menggelar sidang lanjutan perkara korupsi proyek perluasan jalan menuju TNWK Lampung Timur, yang telah merugikan keuangan negara sebesar 1,5 milyar rupiah, dengan agenda sidang kali ini pembacaan nota pembelaan oleh terdakwa Sutanto.

Kuasa direktur PT Archiles Raja, dihadirkan sebagai terdakwa dalam sidang lanjutan perkara korupsi perluasan Jalan Raja Basa Lama menuju Taman Nasional Way Kambas.

Dalam sidang yang beragendakan pembacaan nota pembelaan terdakwa kali ini, Sutanto meminta maaf kepada majelis hakim, dan memohon agar hukuman yang seringan – ringannya dapat diberikan oleh majelis hakim dalam sidang vonis mendatang.

Pada pledoi yang dibacakan oleh kuasa hukum terdakwa, sebanyak 120 halaman dibacakan di hadapan majelis hakim, dengan pembelaannya terkait keterangan saksi yang mengatakan bahwa pada saat proyek berjalan, kendaraan tonase besar setiap saat berlalu-lalang di jalan tersebut, sehingga ketebalan aspal yang berkurang sangat memungkinkan terjadi akibat gilasan kendaraan berat tersebu.

Diketahui sebelumnya, terdakwa Sutanto didakwa telah melakukan tindak pidana korupsi dengan cara mengerjakan proyek perluasan jalan menuju tnwk tidak sesuai dengan kontrak, dan didapati sesuai dengan uji lab bahwa ketebalan aspal tidak sesuai dengan perjanjian awal.

Sementara sidang lanjutan akan digelar pada pekan depan, dengan agenda sidanh yaitu pembacaan putusan dari majelis hakim. (*)