Sipir Bantah Tudingan Gembong Narkoba

Pengadilan Negeri Kelas 1a Tanjung Karang Bandar Lampung, kembali menggelar sidang terkait perkara narkotika, yang dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan Kalianda, dengan agenda sidang kali ini, pembacaan nota pembelaan dari ketiga terdakwa.

Di Ruang Wiryono Projodikoro, Gedung Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjung Karang, Kamis sore kemarin, kembali digelar sidang terkait perkara narkotika, dengan menghadirkan 3 orang terdakwa, yang saat ini dikenal dengan sebutan Marzuli CS.

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Riza Fauzi ini, kali ini beragendakan pembacaan nota pembelaan dari ketiga terdakwa, yang telah ditulis dan dikuasakan oleh Tim Kuasa Hukum Posbakum, untuk diserahkan kepada majelis hakim.

Berbeda dari 2 terdakwa lainnya, yaitu Marzuli dan Adi Setiawan, terdakwa Rechal Oksa membacakan nota pembelaannya secara pribadi, dengan surat yang ia tulis sendiri dan dibacakan dihadapan para majelis hakim.

Dalam pledoinya, terdakwa Rechal Oksa tetap membantah semua keterangan yang diutarakan oleh saksi dan terdakwa Marzuli, dan diungkapkan olehnya bahwa ia sama sekali tidak mengetahui isi dari tas yang diserahkan oleh terdakwa Adi, yang lalu ia serahkan kepada terdakwa Marzuli di dalam sel yang ia tempati.

Mantan Sipir Lapas Lampung Selatan ini pun membantah keterangan yang mengatakan bahwa dirinya telah menerima imbalan berupa sabu dari terdakwa Marzuli, sebagai upah atas jasa pengantaran yang dilakukan olehnya.

Sementara sidang lanjutan akan digelar pada pekan depan, dengan agenda pembacaan putusan majelis hakim untuk ketiga terdakwa ini, yang debelumnya dituntut dengan hukuman pidana yang selama 20 dan 18 tahun, dan denda sebesar 1 milyar rupiah, dengan subsidair 6 bulan kurungan penjara. (*)