Sidang Narkoba Hadirkan Napi Cipinang

Yusak, seorang narapidana LP Cipinang Jakarta, dihadirkan di Ruang Sidang Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjung Karang Bandar Lampung, untuk memberikan kesaksiannya dalam sidang perkara narkotika atas nana terdakwa Feri Yanto.

Di Ruang Haruna Tumpa, Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjung Karang Bandar Lampung, sidang perkara narkotika yang kembali menyerert seorang mantan narapidana, digelar sidangnya dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, yang kali ini sebanyak 3 orang saksi dihadirkan.

Feri Yanto, kembali disidangkan lantaran hasil dari pengembangan pihak penyidik atas berkas di tahun 2017 yang pada akhirnya mengarah kepada dirinya, atas kepemilikan narkotika jenis sabu yang seberat 5 kilogram, serta pil ekstacy yang sebanyak 3 ribu butir.

Dalam sidang kali ini, Yusak, seorang narapidana di Lapas Cipinang Jakarta, sengaja dihadirkan untuk bersaksi atas keterkaitan dirinya dengan terdakwa Feri dalam perkara ini.

Yusak adalah seorang perantara antara Feri dengan bandar barang haram tersebut, hingga kepada orang – orang yang menjadi penjemput datangnya sabu dan pil ekstacy itu di Gunung Sugih, yang ia perintahkan melalui telephone genggam miliknya dari dalam LP Cipinang.

Dalam keterangannya, napi LP Cipinang ini membenarkan, bahwa Feri yang telah memintanya memesan sabu, namun hanya 1 kilo, yang ternyata dikirim oleh bandar sebanyak 5 kilogram.

Oleh karena perbuatannya tersebut, Feri dikenakan pasal 112 dan 114 undang – undang RI yang mengatur tentang narkotika, yang dikenakan kepada seseorang yang memiliki unsur menguasai, memiliki, atau menjual narkotika bukan tanaman, dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun, dan denda paling maksimal sebanyak 10 milyar rupiah. (*)