Seno Aji: Jangan Sudutkan Saya

Tersangka dugaan pelecehan topi adat Lampung Saibatin, Seno Aji, menilai karya jurnalistik online maupun cetak cenderung berdasarkan suasana hati sehingga media tidak lagi menjalankan nilai dan fungsinya.

Penilaian tersebut mungkin saja berkaitan dengan pemberitaannya, akhir-akhir ini. Secara tidak langsung gambaran itu mengisyarakat agar dirinya jangan disudutkan dalam setiap pemberitaan.

Dalam diskusi Jurnalisme refleksi kontrol sosial media yang digelar aliansi jurnalis independen di Universitas Lampung, Seno Aji, yang merupakan tersangka dugaan pelecehan topi adat Lampung, dan juga merupakan calon anggota legislatif kota Bandarlampung dari partai golkar, berharap pers menjalankan tugas sesuai fungsinya, terutama kontrol sosial.

Sebagai salah satu pilar demokrasi, Seno Aji ingin media pers mampu menyebarkan dan menyiarkan suara kebenaran, sehingga setiap pemberitaan di media selalu berdasarkan atas fakta dan bukan sebuah penafsiran individu atau mengandung nilai–nilai kebencian.

Penilaian yang dikemukakan oleh Seno Aji mendapatkan tanggapan dari wakil koordinator wilayah Sumatra Aliansi Jurnalis Indonesia Yoso Muliawan. Yoso Muliawan yang menjadi narasumber bersama pengajar ilmu komunikasi Unila Andy Corry mengatakan bahwa seorang jurnalis memang tidak boleh beritikad buruk dalam menuliskan sebuah pemberitaan. (*)