Sanwani Bunuh Ayah Demi Ibu

Sanwani (34 tahun), tersangka pembunuhan ayah kandung, mengaku dendam karena ibunya kerap dipukuli korban. Bahkan cekcok berbuntut maut tersebut sudah ketiga kali dia lakukan dengan Saliman (60 tahun) dengan dalih membela ibunya.

Kini, Sanwani tersangka pembunuhan ayah kandung, warga Pekon Sukaagung Barat, Kecamatan Bulok, menghuni tahanan Polsek Pardasuka, Polres Tanggamus.

Ada fakta yang terungkap dari pengakuan tersangka, bahwa bukan kali ini saja dirinya bertikai dengan ayah kandungnnya.
Sebelumnya sudah dua kali dia berkelahi Saliman, dalam beberapa tahun terakhir.

Sebabnya, korban kerap memukuli ibunya. Ketika itu secara spontan dia berkelahi dengan dengan Saliman, tapi selalu reda kerana dilerai.
Namun, Kapolsek Pardasuka AKP Martono menyatakan bahwa motif pembuhunan tersebut adalah uang hasil penjualan sepeda motor.
Terjadi perdebatan antara pelaku dengan ibu kandungnya, pada pukul 06.00 WIB, 11 November lalu, yang didengar ayahnya.

Lalu Saliman berniat melerai percekcokan antara anak dan ibu ini.
Saat itulah sanwani langsung mengayunkan golok yang telah dipersiapkannya ke perut dan ulu hati terus mengarah ke leher ayahnya tapi mengenai kepala.

Dalam kasus ini sejumlah saksi telah diperiksa juga turut diamankan sebilah golok sepanjang 40 cm, baju dan celana korban yang berlumuran darah.
Sementara tersangka dijerat pasal 338 dan 340 KUHpidana. (*)