Romi Bukan Penghina Presiden

Menantikan putusan hakim untuk terdakwa penghina Presiden Joko Widodo, membuat keresahan terhadap pihak kerabat Romi Erwin Saputra.

Meski tak memiliki bukti agar terbebas dari jeratan hokum, tapi keluarganya tetap mempejuangkan Romi dengan segala kekuatan yang ada.

Romi Erwin Saputra, seorang pemuda yang menjadi terdakwa dalam perkara pelanggaran undang – undang ITE, lantaran sebuah unggahan di laman grup jejaring sosial facebook, berisikan penghinaan terhadap simbol Negara Republik Indonesia, akan segera menerima vonis dari hakim dalam beberapa hari ke depan.

Banyak kalangan menilai bahwa ia tidak bersalah, tapi dalam proses persidangan, barang bukti yang dihadirkan sepertinya belum bisa menunjukan bahwa Romi tidak bersalah.

Termasuk bukti pelaporan pembajakan akun yang hilang entah kemana.

Terdakwa dan kerabatnya sebenarnya telah melaporkan sebelumnya tentang pembajakan akun pribadi miliknya, saat dia tiba-tiba tak dapat mengaksesnya.

Namun akun miliknya terus menerus mengomentari setiap unggahan orang lain dengan kata – kata tidak pantas, sampai pada unggahannya yang menghina Presiden Joko Widodo, dan ia pun malah menjadi tersangka dari kasus tersebut.

Keluarga tidak mempercayai jika terdakwa Romi adalah pelakunya.
Kesehariannya sebagai sosok kakak yang baik dan pengayom, dirasa keluarga bukanlah dirinya yang sampai berbuat bodoh mengunggah postingan hinaan itu.

Sebab sang adik pun turut mengetahui kejadian persis saat pembajakan akun pribadi milik romi tersebut.
Meskipun tidak memiliki cukup bukti, namun pihak kerabat dan keluarga terdakwa menginginkan Romi bebas dari

segala tuntutan, dan pihak kepolisian segera menangkap pelaku yang sebenarnya sehingga nama Romi Erwin Saputra dapat bersih kembali.

Perjuangan keluarga tidak hanya di sini, mereka juga telah mendatangi Istana Negara, untuk bertemu langsung dengan orang nomor 1 di negeri ini, dengan membawa sepucuk surat tentang pengaduan yang dianggap tidak adil untuk mereka.

Sementara sidang putusan dari perkara ini akan digelar pada Kamis 13 desember 2018, di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjung Karang Bandar Lampung, yang diharapkan akan memberikan sebuah keadilan bagi Romi Erwin Saputra. (*)