Ridho Sukses Tekan Angka Kemiskinan

DPRD Provinsi Lampung menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka memperingati hari ulang tahun provinsi ke-55 yang jatuh pada tanggal 19 maret 2019. Salah satu kemajuan yang diraih pada era Gubenur M. Ridho Ficardo ini adalah berkurangnya angka kemiskinan.

Rapat paripurna ini dipimpin oleh Ketua DPRD Lampung Dedi Afrizal dan dihadiri oleh Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo dengan mengenakan pakaian adat lampung biru.

Dalam rapat kali ini, orang nomor satu di bumi ruwa jurai didampingi isteri yang juga Ketua PKK Lampung Aprilani Yustin Ficardo diarak dari depan Kantor Gubernur menuju depan gedung dewan.

Dalam sambutannya, Gubernur mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi anggota DPRD Lampung yang menghadiri rapat paripurna istimewa untuk memperingati HUT ini.

Ridho juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Wagub Lampung Bachtiar Basri dalam paripurna itu.

Capaian yang telah diraih Pemprov Lampung sejak 2014 hingga 2019 ini cukup signifikan.
Pengurangan penduduk miskin menjadi lebih singkat dengan membuka lapangan pekerjaan, mengingat lampung saat ini telah memiliki jalan tol trans sumatera untuk membuka kawasan industri.

Tetapi ia meyakini, dalam kurun waktu tiga tahun mendatang akan sangat signifikan dalam mengurangi penduduk miskin, mengingat terbukanya akses dan konektifitas.

Di lain sisi, Ridho juga mengucapkan terima kasih untuk seluruh warga Provinsi Lampung yang memberikan dukungan, doa dan membantu kepemimpinannya bersama bachtiar basri di periode 2014-2019, sehingga pembangunan bisa berjalan dengan sangat baik, lancar dan signifikan.

Sementara itu, dalam sambutannya Ketua DPRD Lampung Dedi Afrizal menyampaikan bahwa Provinsi Lampung saat itu bergabung dengan keresidenan sumatera selatan.

Lampung memiliki banyak potensi, oleh karena itu di hut ke-55 ini telah banyak peningkatan, pencapaian dan kemajuan.

Oleh karena itu, sangat ditekankan gotong royong dan ciptakan lapangan pekerjaan, mengingat tuntutan semakin besar.

Kemajuan yang telah dicapai baik di bidang infrastruktur, perekonomian dan sejumlah fasilitas seperti bandara raden inten sudah ditingkatkan menjadi bandara internasional.

Selanjutnya Bandara Gatot Subroto Way Kanan sudah menjadi bandara angkut sipil, Bandara Taufik Kiemas Di Pesisir Barat, Bendungan Ekonomi Daerah, pembangunan perumahan untuk rakyat dan menciptakan hunian masyarakat yang murah.

Kemudian, dari berbagai peningkatan pembangunan iain. seperti pendidikan, kesehatan, pembangunan pariwisata, ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi lampung, dan menurunya tingkat kemiskinan, dan peningkatan pembangunan.

Tantangan ke depan, akan semakin berat, untuk itu dibutuhkan solidaritas tinggi, gotong royong, bahu membahu, serta meningkatkan sinergi seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk kemajuan provinsi lampung tercinta.

Selain itu, Dedi juga berharap tahun politik saat ini bisa berjalan kondusif dan berlangsung secara jujur, adil, bebas serta rahasia.

Sementara itu anggota Komisi II DPRD Lampung Akhmadi Sumaryanto menjelaskan bahwa provinsi lampung memiliki potensi yang tidak dimiliki oleh daerah lain, mengingat bumi ruwa jutai merupakan pintu gerbang pulau sumatera dan pulau jawa.

Oleh karena itu potensi yang luar biasa itu harus dikembangkan untuk menarik investor untuk membangun lampung, baik di bidang pariwisata, kuliner dan sebagainya. kendati demikian semua ini harus ditopang dengan infrastruktur yang baik dan sumber daya manusia yang mumpuni untuk meningkatkan perekonomian. (*)