Residivis Narkoba Order Sabu 5 Kg

Seorang residivis narkotika yang baru saja menghirup udara bebas, harus kembali duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjung Karang, lantaran ulahnya yang belum juga kapok bermain dengan barang haram tersebut. Dia mengatur transaksi 5 kilogram sabu dan 3 ribu butir pil ekstacy.

Feri Yanto, warga Sukaraja Bandar Lampung, yang baru saja bebas setelah bertahun – tahun dipenjara, atas perkara narkotika, sepertinya bakal masuk penjara lagi.

Dalam sidang dakwaan yang bersamaan dengan keterangan saksi di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu tadi, seorang petugas kepolisian menerangkan bahwa, tertangkapnya Feri, dari hasil pengembangan kasus narkotika 2017 lalu.

Ketika itu diia menangkap 2 orang tersangka saat melakukan transaksi narkoba di wilayah Bandar Jaya, Lampung Tengah.

Dari para tersangka tersebut, didapat keterangan bahwa kedua orang itu melaksanakan pengambilan sabu dan ekstacy, atas perintah dari seorang yang bernama Dicky, yang sebelumnya di perintahkan oleh seorang narapidana LP Cipinang yang bernama Yusak, yang pada akhirnya menuju pada nama Feri Yanto, sebagai otak dari perkara narkotika ini.

Oleh karena perbuatannya tersebut, pria 41 tahun ini, dalam dakwaan yang dibacakan oleh jaksa, dikenakan pasal berlapis, yaitu pasal 112 dan 114 undang – undang RI yang mengatur tentang narkotika, yang dikenakan kepada seseorang yang memiliki unsur menguasai, memiliki, atau menjual narkotika bukan tanaman, dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun, dan denda maksimal 10 milyar rupiah. (*)