Proyek Islamic Center Lamtim Rugikan Negara Rp 1,2 M

Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjung Karang, menggelar sidang Tipikor terkait perkara korupsi pembangunan islamic center di Kabupaten Lampung Timur, sidang kali ini beragendakan mendengarkan keterangan saksi ahli yang berasal dari BPKP RI.

Perkara tindak pidana korupsi pembangunan islamic center di Kabupaten Lampung Timur, pada tahun anggaran 2016, yang dilakukan Mirsuan, Darmawan Erfan, Suhaimi Sanjaya, dan Benny Purbaya, secara bekerjasama, kembali digelar sidangnya di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjung Karang Bandar Lampung, beragendakan mendengarkan keterangan saksi ahli.

Saksi ahli yang dihadirkan pada sidang kali ini, berasal dari BPKP RI, yang turut memeriksa kontrak, dan hasil pengerjaan, hingga pada penghitungan kerugian negara.

Hasil pemeriksaan di lapangan, didapat bahwa beberapa item pengerjaan memang tidak sesuai dengan apa yang telah tertera di dalam kontrak.

Pelanggaran paling banyak pada finishing pengerjaan, terdapat kekurangan volume, dan kualitas bangunan yang kurang baik, sehingga pada hasil perhitungan dari tim BPKP RI, negara dirugikan 1,2 milyar rupiah.

Sidang sebelumnya, terungkap bahwa 4 terdakwa ini telah mempersiapkan pemenang dari lelang tender pembangunan islamic center di Kabupaten Lampung Timur tersebut, yang meminjam nama PT Parosai, yang dikuasakan kepada darmawan erfan sebagai direkturnya.

Mereka dijerat pasal 3 undang-undang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, dan pasal 55 ayat 1 KUHP.
Sementara sidang lanjutan akan dilaksanakan pada minggu depan, dengan agenda pembacaan tuntutan jaksa. (*)