Produk Palawija Lampung Stag

Dalam sebulan terakhir, suplain bahan makanan seperti sayur-mayur ke sejumlah pasar di Bandarlampung terhambat.

Hal ini disebabkan menurunnya produksi petani lantaran memasuki musim penghujan sehingga sebagian besar lahan yang semula diperuntukan untuk palawija beralih kembali dengan menanam padi.

Kelangkaan ini diperparah juga dengan aksi borong yang dilakukan sejumlah pedagang pengepul dari berbagai wilayah.

Akibatnya, terjadi lonjakan harga yang cukup signifikan, Kamis 21 Januari 2021.

Di antaranya Cabai Rawit menjadi Rp75 Ribu/Kilogram yang semula berkisar Rp40 ribu hingga Rp50 ribu.

Begitupun dengan Terong, Kol, Pare, hingga Oyong, yang mengalami kenaikan hingga 20 sampai 50 persen.