Prigel Gelar Uji Kompetensi 16 Tarian

Sanggar Tari Prigel menggelar uji kemampuan pada 16 jenis tarian oleh 211 anak yang terbagi dalam 22 kelompok.
Sejak siang hingga petang mereka bergantian ikuti tes di Gedung Kesenian Sarwo Edhie Wibowo Purworejo, baru-baru ini.

Para penari yang ikut ujian terdiri dari berbagai kalangan usia. Ada yang masih taman kanak-kanak hingga ibu rumah tangga.

Mereka semua terlihat menawan dengan dibalut dan dirias kostum tradisional bak penari sesungguhnya.
Tak ada kesan canggung atau tegang meski sedang menjalani ujian dan dinilai dewan juri.

Rasa grogi sepertinya berhasil mereka singkirkan demi membanggakan orang tua atau saudara yang turut hadir.
Ujian merupakan kegiatan rutin tahunan Sanggar Tari Prigel. Hal ini untuk mengetahui tingkat penguasaan dan keberhasilan anak didik dalam menempuh pelatihan selama satu tahun.

Selain itu, ujian yang dikonsep pagelaran tersebut, sekaligus juga menjadi media hiburan dan apresiasi bagi pecinta tari di Purworejo.

Terdapat belasan jenis tarian. Di antaranya Gembira, Kelinci, Dolalak, Candik Ayu, Kupu-kupu, Yapong, Meong, Retno Pamudyo, Merak Subal, Roro Ngigel, Puspita, hingga Pendet.

Sejak didirikan oleh F Untariningsih pada 20 Mei 1985 lalu, kini Sanggar Prigel telah mengalami perkembangan pesat dan semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat.

Hal itu terbukti dari banyaknya jumlah peserta didik dari tahun ke tahun.
Prigel juga selalu didaulat tampil mengisi ajang bergengsi di tingkat kabupaten hingga internasional.
Eksistensinya pun mendapat apresiasi dari Kabid Kebudayaan Dinparbud Purworejo Agung Pranoto.

Menurutnya, Prigel menjadi salah satu sanggar tari di Purworejo yang setia mendukung pemerintah dalam upaya menjaga keberlanjutan seni budaya.

Sementara itu, Syafira Raipratisena Aswan, siswa kelas 4 SDN Kliwonan, mengaku telah dua kali mengikuti ujian.
Dari pengalamannya berlatih di sanggar sejak 3 tahun terakhir, sudah banyak manfaat diperolehnya.
Tentunya kemampuan Syafira ini membuat bangga sang ayah, yang juga Staf Pendim Kodim Purworejo, Sertu Warwanto, dan ibunya Mepri Astuti.

Bagi keduanya, belajar menari merupakan salah satu media pembentuk karakter yang efektif bagi anak-anak. (*)