Polwan Jadi Saksi Pungli Akte Nikah

Perkara terkait tindak pidana pungli, yang dilakukan Kepala Pekon untuk pembuatan akta nikah warga Pekon Air Kumbang Kabupaten Tanggamus, kembali disidangkan dengan menghadirkan seorang polisi wanita sebagai saksi.

Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjung Karang, kembali menggelar sidang perkara pungli akte nikah, yang dengan tarif per pasangan berandrol 1,8 juta rupiah, yang dilakukan oleh Mulyadi, seorang Kepala Pekon Air Kumbang, Kecamatan Naningan, Kabupaten Tanggamus, yang tertangkap tangan oleh tim Saber Pungli Polres Tanggamus, di lokasi balai Pekon Air Kumbang.

Dalam sidang yang beragendakan mendengarkan keterangan saksi ini, seorang polisi wanita dihadirkan sebagai saksi atas perkara ini, yang pada saat itu, ia turut serta dalam operasi penangkapan yang dilakukan oleh Tim Saber Pungli Polres Tanggamus.

Dalam keterangannya, ia membenarkan bahwa pada saat proses penangkapan terjadi, terdakwa Mulyadi tengah menerima sejumlah uang tersebut dari seorang korban yang sedang mengurus akte pernikahannya, di Balai Pekon, tepatnya di dalam ruangan yang di duga ruangan tersebut adalah ruang kerja sang Kepala Pekon.

Penangkapan ini dilaksanakan, lantaran petugas mendapat laporan dari para korban yang mengadukan adanya pungli tersebut, para korban mengaku bahwa mereka terpaksa memberikan sejumlah uang yang diminta terdakwa, karena diancam pernikahan tidak akan terlaksana jika akte nikah tersebut tidak mereka urus.

Sementara sidang lanjutan akan digelar pada minggu depan, dengan agenda yang masih mendengarkan keterangan saksi, dengan saksi yang akan dihadirkan yaitu para korban yang telah memberikan sejumlah uang kepada Kepala Pekon tersebut. (*)