Polri Terjunkan Cyber Patrol

Wakapolda Lampung Brigjen Teddy Minahasa Putra menegaskan, Polri terus berupaya semaksimal mungkin untuk menangkal berita-berita hoax, di antaranya menerjunkan cyber patrol.

Tidak dipungkiri, semakin dekat pelaksanaan pilpres dan pileg 2019, berita-berita dengan konten hoax kian masif beredar.
Hal tersebut disampaikan Brigjen Pol Teddy Minahasa usai menggelar dialog interaktif bersama sejumlah masyarakat di dua wilayah Kabupaten yakni Tanggamus dan Kabupaten pringsewu yang berlokasi di Gedung Islamic Center Tanggamus beberapa waktu lalu.

Ditambahkanya hal utama yang dilakukan kepolisian untuk menangkal penyebaran berita hoax adalah dengan mengimbau dan mengedukasi masyarakat.

Tujuannya, masyarakat tidak menghasilkan berita hoax dan tidak terprovokasi oleh berita yang belum dipastikan kebenarananya.
Berikutnya adalah upaya mengedukasi masyarakat agar cerdas, cermat serta bijak dalam menerima dan mengelola sebuah informasi.

Pelaku penyebar hoax bisa dijerat dengan pasal 28 undang-undang nomor 11/2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.
Sehingga masyarakat juga perlu diedukasi, diberi pengetahuan dan wawasan bahwa hal-hal yang memproduksi hingga penyebaran hoax, ada konsekuensi hukumnya.

Selanjutnya adalah upaya preventif dan persuasif, yaitu dengan mengintensifkan patroli siber selama 24 jam, tugas utamanya adalah menangkal aksi-aksi hoax di dunia maya yang dapat memicu kerusuhan dan aksi anarkis.

Saat ini polisi akan terus melakukan pemantauan terhadap dinamika sosial yang terjadi menjelang pemilu 2019, polisi pun tidak boleh berpangku tangan dan mudah percaya dengan kata ‘aman’ dari masyarakat. Polisi akan terus bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya. (*)