Polri Simulasi Kerusuhan Pemilu

Polri mensimulasikan ancaman pemilu di Pusat Kebudayaan dan Olahraga Wayhalim Bandarlampung, Pagi Tadi.
Diskenariokan pada saat distribusi logistik terdapat tiga pria tidak dikenal merampok kotak suara hasil penghitungan di TPS, aksi ketiga pria ini tergolong nekat karena merampok kotak suara yang sedang dalam pengawalan pihak kepolisian.

Petugas panitia pemungutan suara dihadang tiga pria tidak dikenal saat membawa kotak suara hasil penghitungan di TPS, tadi siang.

Ketiga perampok berhasil membawa kabur kotak suara yang sedang dalam perjalanan menuju Panitia Pemilihan Kecamatan. Aksi ketiga perampok ini tergolong nekat karena petugas PPS bersama kotak suara berada dalam pengawalan aparat kepolisian.

Mendapati laporan adanya tindakan criminal, Polres Bandarlampung mengerahkan satuan sabhara untuk melakukan pengejaran terhadap mobil roda empat jenis toyota kijang berwarna biru.

Aksi kejar mengejar bak film hollywood pun berlangsung dan ketiga pelaku perampasan kotak suara berhasil dibekuk dan diamankan. Pada saat yang bersamaan Kantor Komisi Pemilihan Umum Provinsi Lampung dikepung ribuan massa yang tidak puas dengan hasil penghitungan suara di TPS.

Aparat gabungan dari TNI-Polri yang melakukan pengamanan mengimbau para pengunjuk rasa untuk tidak berlaku anarkis. Aksi dorong mendorong tak terhindarkan ketika massa memaksa untuk masuk ke Kantor KPU.
Massa yang tidak diizinkan masuk ke Kantor KPU kemudian melakukan aksi pembakaran, melihat aksi ribuan massa yang semakin brutal, aparat mulai bersikap tegas dengan berusaha membubarkan konsentrasi massa. Polda

Lampung mengerahkan satuan unit satwa k Sembilan, satuan dalmas, raisa atau pengurai massa, kemudian menembakkan gas air mata serta mengerahkan water canon. Jajaran Polda Lampung dengan dibantu aparat TNI melakukan beberapa adegan untuk persiapan antisipasi teror saat 17 april nanti.

Sebelumnya Polda Lampung juga telah menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara di TPS yang berlangsung di Mapolda Lampung, simulasi pemungutan dan penghitungan suara digelar agar personel mengetahui titik titik rawan yang harus diwaspadai saat proses pencoblosan di TPS. (*)