Polresta Bandarlampung Sita Senpi & Bom Ikan

14 hari pelaksanaan operasi waspada krakatau 2018 yang dimulai dari 15 november 2018 lalu hingga 28 november 2018 mendatang. Polresta Bandarlampung beserta jajaran hingga hari ini mengamankan puluhan senjata api rakitan dan ratusan butir amunisi serta puluhan botol bom ikan.

Ratusan butir amunisi aktif dan puluhan senjata api rakitan serta bom ikan menjadi barang bukti dalam pers rilis hasil operasi waspada krakatau 2018 yang digelar di Mapolresta Bandarlampung.

Selama pelaksanaan yayang dimulai dari 15 november 2018 lalu, Polresta Bandarlampung berserta jajaran telah mengamankan senjata api rakitan hasil tangkapan maupun hasil penyerahan masyarakat.

Berdasarkan data hasil operasi waspada krakatau 2018, total 13 senjata api rakitan 415 amunisi aktif dan 10 bom ikan diamankan petugas.

Dari data tersebut, Polresta Bandarlampung paling banyak mengamankan senjata api rakitan dengan jumlah 4 pucuk senpi dan 4 amunisi, kemudian disusul Polsek Kedaton 2 senpi 46 amunisi dan 5 bom ikan, Polsek Tanjungkarang Timur 2 senpi 42 amunisi, Polsek Tanjungkarang Barat 1 senpi 108 amunisi, Polsek Sukarame 1 senpi 39 amunisi, Polsek Telukbetung Utara 1 senpi 93 amunisi, Polsek Teluk Betung Selatan 1 senpi, Polsek Telukbetung Timur 71 amunisi 4 bom ikan, serta Polsek Panjang dan KSKP 1 senpi 12 amunisi.

Kabag Ops Polresta Bandarlampung, Kompol Ujang Supriyanto yang memimpin pers rilis mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah menyerahkan senpi dan amunisi kepada polresta dan jajaran.

Terkait banyaknya senpi yang didapatkan dalam operasi waspada krakatau 2018, Ujang menjelaskan akan memetakan daerah rawan senjata api dan bom ikan.

Dari jumlah senpi dan amunisi yang didapatkan hingga hari ini, diperkirakan akan bertambah. Hal itu dikarenakan operasi waspada krakatau 2018 akan berakhir pada 28 november mendatang. (*)