Polisi Tahan Aset PUPR Lampung

Patroli Polsek Panjang menemukan komponen alat penghancur aspal di Gudang  Jalan Soekarna Hatta Bypass. Komponen tersebut diklaim milik Dinas Pekerjaan Umum Lampung.

Meski begitu, pihak kepolisian enggan menyerahkannya, mengingat keberadaannya diduga hasil kejahatan.

Selain itu Dinas Pekerjaan Umum Lampung juga dinilai tak memiliki bukti kuat bahwa alat-alat itu milik mereka.

Gudang yang sudah tidak terpakai selama dua tahun diduga menjadi tempat penyimpanan untuk komponen-komponen mesin alat berat yang hendak dirongsokan.

Dari hasil patroli tersebut, sejumlah mesin-mesin yang sudah dipreteli dan satu unit mobil pick hitam bernomor polisi BE 9646 EO diamankan, bersama barang bukti tersebut.

Dua orang yang berada di lokasi turut digelandang ke Mapolsek Panjang untuk dimintai keterangan.

Berdasarkan keterangan keduanya kepada kepolisian, mesin-mesin yang dibawa merupakan lemparan dari seseorang yang berada di Sukarame untuk dijual sebagai barang rongsok ke pengepul.

Atas penemuan gudang tersebut, Dinas Pekerjaan Umum Lampung mengklaim bahwa sejumlah komponen mesin alat penghancur aspal milik mereka.

Sayangnya, Pihak Dinas PU belum bisa memberikan bukti  surat-surat kepada pihak kepolisian terkait  barang tersebut.

Kepala Sub Bagian Umum Dinas Pekerjaan Umum Lampung, Dzikri, menjelaskan bahwa sudah melaporkan ke pimpinan dan sekretaris daerah terkait mesin-mesin yang ditemukan ini.

Saat ditanya adanya dugaan penyelewengan  tentang pembayaran sewa alat berat yang digunakan dalam mega proyek Jalan Tol Trans Sumatera, Dzikri membantah.

Menurutnya dana sewa alat tersebut sudah dilaporkan dan masuk  pendapatan anggaran daerah.

Sebelumnya muncul sangkaan bahwa  Dinas Pekerjaan Umum Lampung menyelewengkan uang sewa dari alat penghancur aspal  40 juta rupiah.

Uang tersebut dari satu unit alat berat yang disewakan per bulannya selama kurang lebih dua tahun. Kira-kira semenjak proyek Jalan Tol Trans Sumatera  pekerjaannya mulai bergulir di  Lampung.

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Panjang, Ipda Hasanusi menjelaskan, pihaknya kini menunggu surat pembuktian atas mesin-mesin tersebut  dari Dinas Pekerjaan Umum Lampung. Untuk sementara barang buktinya masih disimpan di Mapolsek Panjang. (*)