Polda Lampung Belum Sikapi Sangkaan Pungli Tugu Coklat

Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung, Kombes Donny Damanik enggan berkomentar terkait video viral tentang razia ilegal yang diduga dilakukan oleh sejumlah Oknum anggota Satuan Lalulintas Polres Pesawaran di Jalan Lintas Barat Kabupaten Pesawaran tepatnya di Tugu Coklat//

PKG//

Usai melakukan pembagian masker untuk pengendara mobil serta wawancara dengan sejumlah awak media di Bundaran Tugu Adipura Bandar Lampung Sabtu (26/September/2020) sore.

Donny langsung pergi meski sejumlah awak media melemparkan pertanyaan terkait peristiwa tersebut.

SHOOT : KOMBES DONNY DAMANIK Dirlantas Polda Lampung//

Diberitakan sebelumnya, Sejumlah oknum Satuan Lalulintas Polres Pesawaran diduga melakukan razia lalulintas tak resmi (ilegal) di Jalan Lintas Barat Kabupaten Pesawaran tepatnya di persimpangan Tugu Coklat.

Hal tersebut diketahui berdasarkan video berdurasi 1.43 detik yang beredar di pesan WhatsApp.

Dalam video, tampak sejumlah kendaraan truk serta mobil pick up berhenti untuk menunggu razia selesai.

Selain itu, perekam video juga terdengar bertanya kepada salah seorang sopir perihal kemacetan yang terjadi.

Seorang sopir mobil pick up menerangkan bahwa ada razia yang kerap digelar setiap malam//

Sot:
Sangkaan Pungli Tugu Coklat Pesawaran

Beredarnya video tersebut rupanya disoroti oleh Lampung Police Watch, yang tertuang dalam dalam rilisnya.

Bahwa, LPW mengutuk tindakan sejumlah oknum Satuan Lalulintas Polres Pesawaran yang dinilai sudah sangat meresahkan karena sasaran sejumlah oknum tersebut merupakan rakyat kecil yang bekerja sebagai petani.

Bahkan dalam rilisnya ini, LPW meminta kepada Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto mencopot Kapolres dan Kasatlantas Pesawaran.

Vot:
Rilis LPW

Terkait hal ini, Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo sempat menegaskan pada Jumat 25 September 2020, bahwa pihaknya sedang mengusut sangkaan pungutan liar oleh jajaranya di persimpangan Tugu Coklat, Jalan Lintas Barat

Dia berharap pihak-pihak yang merasa dirugikan atau warga yang mengetahui dan melihat kejadian sesungguhnya melaporkan sanggkaan itu ke Polres setempat atau Polda Lampung.

Pada sisi lain, dia mengakui ada operasi yustisia terkait Covid-19 di wilayah hukum.

Namun, pelaksanaanya melibatkan personel dari instansi lain. Jadi, tak semata-mata dilakukan oleh jajarannya.