Pilkakon Tambahrejo Mencekam Gegara Suara Gaib

Saksi calon kepala pekon nomor urut dua meminta penghitungan ulang karena terdapat penggelembungan surat suara hingga 27 buah, terindikasi panitia terlibat praktek curang tersebut.

Saksi calon kepala pekon Tambahrejo protes kepada panitia penyelenggara karena terjadi selisih suara yang tidak lazim, karena surat suara yang sebelumnya dihitung secara manual bertambah hingga 27 surat suara.

Rohmad saksi nomor urut dua mengatakan, calon nomor satu Arif Mahdani mendapatkan 233 suara, nomor urut dua, Irvan Saputra, sebanyak 841 suara yang ketiga Sumpeno memperoleh 319 suara dan nomor empat Supriyadi, 1.150 suara di total berjumlah 2.553.

Sementara surat suara yang terpakai sebelum dihitung oleh panitia ada sekitar 2.526 selisih dari 2.553, ada pengelembungan suara sebanyak 27 surat suara.

Sehingga saksi dari nomor urut dua tidak mau menandatangani berita acara hasil pemilihan kepala pekon Tambahrejo.

Sementra ketua panitia Edi Suyanto, menyatakan terdapat surat suara yang tidak terpakai, 411. Dengan jumlah pemilih 2890, serta suara surat suara rusak ada 10 suara.

Hinga Rabu malam, 10 oktober 2018, sejumlah anggota Polri dan TNI dari polsek Gading Rejo dan Koramil Gadingrejo masih melakukan pengamanan dilokasi kantor pekon Tambah Rejo, kecamatan Gading Rejo, untuk mengantisipasi terjadi hal yang tidak diinginkan. (*)