Persoalan RS BW Momentum Tingkatkan Pelayanan

Persoalan RS BW Momentum Tingkatkan Pelayanan

BANDAR LAMPUNG – Komisi V DPRD provinsi lampung menggelar rapat dengar pendapat soal penolakan pasien oleh dua rumah sakit swasta di Bandar lampung, yaitu rumah sakit Bumi Waras dan rumah sakit Advent, pada Senin, (17/09).

Rumah sakit Bumi Waras Bandar lampung memenuhi panggilan komisi V DPRD provinsi lampung, terkait dugaan penolakan pasien oleh oknum dokter di rumah sakit tipe c tersebut pada senin siang.

Direktur pelayanan rumah sakit bumi waras, Arief Yunizar menjelaskan kronologi peristiwa penolakan oleh salah seorang oknum dokter di hadapan Hidir Ibrahim selaku wakil ketua komisi V yang memimpin jalannya rapat dengar pendapat.

Rapat yang berlangsung dengan penuh kekeluargaan juga dihadiri orang tua korban, Ikhwan Wahyudi, dirinya turut membenarkan pernyataan yang disampaikan Arief Yunizar. Namun dia sangat menyayangkan pelayanan yang diterima dari salah satu oknum dokter.

Kepala dinas kesehatan provinsi lampung, dokter Reihana didampingi kepala badan pengawas rumah sakit , Yulianto menyampaikan dalam memberikan pelayanan kepada pasien pihak rumah sakit diharapkan dapat belajar dari situasi dan kondisi.

Anggota komisi V Yandri Nazir dalam hearing tersebut mengusulkan untuk menggelar rapat bersama Ikatan Dokter Indonesia, untuk mengatur sanksi dan regulasi pelayanan kesehatan pada masyarakat. (*)