Penghina Jokowi Salahkan Polda Lampung

Sidang terkait perkara penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo, yang diunggah di laman media sosial facebook, oleh Romi Erwin Saputra, kembali digelar Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjung Karang, dengan agenda pembacaan nota pembelaan terdakwa.

Romi Erwin Saputra, berdiri di hadapan majelis hakim, sembari membacakan nota pembelaan yang ia tulis sendiri, dengan harapan agar putusan untuk dirinya nanti dapat lebih ringan dari tuntutan jaksa yang dibacakan pada sidang sebelumnya.

Buruh di salah satu perusahaan industri ternama di kota tapis berseri ini, dalam surat pledoinya turut mengutarakan kekecewaanya terhadap tim penyidik dari kepolisian Polda Lampung,  yang memaksa ia untuk mengaku sebagai pelaku penghinaan tersebut.

Terdakwa Romi juga berucap, bahwa penetapan dirinya sebagai tersangka hingga menjadi terdakwa dalam perkara ini,  adalah satu bentuk ketidakmampuan pihak berwajib, dalam mengungkap siapa pelaku yang sesungguhnya dari perkara pelanggaran undang-undang ITE ini, sehingga ia yang sebagai pelapor malah dijadikam sebagai pelaku.

Diketahui pada sidang sebelumnya, jaksa membacakan surat tuntutannya dengan hukuman pidana selama 2 tahun 6 bulan kurungan penjara, dengan juga turut menghadirkan beberapa saksi ahli yang memberatkan terdakwa.

Menanggapi pembacaan nota pembelaan kali ini,  Jaksa  menyatakan tetap pada tuntutannya, tetapi tetap menyerahkan segala pertimbangan, dan kebijakan putusan kepada majelis hakim yang dipimpin oleh Hakim Ketua Syamsudin tersebut . (*)