Pendeta Jadi Saksi Sidang Pembunuhan

Pendeta Binter Simanjuntak menjadi saksi pada sidang pembunuhan Alwi oleh Yusuf Sukarji dan Gidion Dwi Kurniawan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu kemarin.

Turut dihadirkan pula Esmahani Harahap, istri korban, untuk membeberkan tragedi pembunuhan di Bumiratu Nuban, Lampung Tengah, beberapa waktu lalu.

Perkara pembunuhan di Bumi Ratu Nuban Kabupaten Lampung Tengah, yang sempat memicu konflik sara sampai pembakaran rumah, kembali disidangkan.

Dari kesaksian yang diberikan Binter Simanjuntak, bahwa ia melihat persis saat perkelahian itu terjadi.
Terdakwa Gidion saat itu tengah berlari menghindar dari sabetan senjata tajam jenis laduk yang dibawa alwi, bahkan pendeta ini pun sempat melerai duel tersebut.

Sementara Esmahani harahap, membenarkan senjata tajam yang berjenis laduk itu, milik suaminya.
Perkelahian bermula dari urusan biaya ganti oli motor, yang tidak sanggup dibayarkan oleh korban, sehingga ia pun menjaminkan handphonenya, sampai memiliki uang untuk menebusnya.

Keesokan harinya bengkel milik terdakwa Yusuf tersebut didatangi seseorang yang mengaku suruhan dari Alwi, dengan membawa 30 ribu rupiah, untuk menebus telephone genggam tadi.

Selang sehari, istri korban menyambangi bengkel dan meminta handphone yang dijaminkan tersebut.
Namun Gidion berucap bahwa sudah ada seseorang yang mengaku suruhan korban, telah mengambilnya terlebih dahulu.

Urusan pencarian telephone genggam ini pun hingga pada permintaan terdakwa Gidion yang ingin bertemu dengan korban, agar permasalahan ini dapat diluruskan oleh kedua pihak.

Namun saat pertemuan itu terjadi, korban alwi menemui terdakwa dengan emosi dan berbekal senjata tajam berjenis pisau laduk, yang korban layangkan ke wajah terdakwa gidion dan yusuf sukarji, dan berlanjut perkelahian tersebut hingga hilangnya nyawa Alwi.

Sementara sidang lanjutan akan digelar minggu depan, dengan agenda sidang yang masih akan menghadirkan beberapa saksi, untuk memberikan keterangannya, terkait perkara pembunuhan inu. (*)