Pendapat Pakar Hukum Unila Tentang Kasus Muchlis Adjie

Terkait permasalahan fasilitas yang didapat oleh narapidana di dalam Lapas, yang tentunya diberikan izinnya oleh kepala lembaga pemasyarakatan, pakar hukum Unila Eddy Rifai, memberikan pandangan hukumnya tentang pasal yang bisa menjerat Kepala Lapas tersebut.

Kasus yang terbaru, yang menyita perhatian banyak pihak, yakni peredaran narkoba dari dalam Lapas Kalianda, yang dilakukan oleh terdakwa Marzuli, yang berstatus sebagai narapidana, terbilang hal yang cukup mengejutkan.

Terdakwa Marzuli mengakui bahwa terdapat banyak fasilitas yang ia dapatkan di dalam lembaga pemasyarakatan Kalianda, yang dalam hal ini ia mendapatkan fasilitas dapat memiliki telephone genggam, serta bebas memasukkan siapa saja yang ingin mengunjunginya, di jam berapa saja, serta bebas memakai ruangan untuk berbuat apa saja.

Kepala Lapas Kalianda Muchlis Adjie, yang memberikan segala izin untuk fasilitas bagi marzuli tersebut, dengan sedikit imbalan yang ia dapatkan dari terdakwa Marzuli, dikatakan oleh pakar hukum Universitas Lampung Eddy Rifai, dapat dijerat pula dengan pasal tindak pidana korupsi. Sebab Kalapas Kalianda tersebut, telah menyalah gunakan jabatannya untuk memperkaya dirinya sendiri dan bukan saja hanya terkena undang – undang narkotika.

Perlu diketahui bahwa kasus ini masih bergulir di pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjung Karang Bandar Lampung, dan sampai sejauh ini sebanyak 4 terdakwa yang terseret dalam kasus narkotika tersebut, dan bisa saja Muchlis Adjie kembali disidangkan dengan penambahan pasal dari tindak pidana korupsi, atas pemanfaatan jabatan yang ia miliki. (*)