Pemprov Lampung Terus Bina Pelaku UMKM

BANDAR LAMPUNG – Sebanyak 763 ribu usaha kecil menengah (UKM) yang ada di lampung dituntut untuk bisa bersaing di pasar online.

Seiring berjalannya waktu, kondisi saat ini merupakan zaman serba digital. Tak bisa dipungkiri, jika memiliki usaha namun tak bisa bersaing di pasar online akan tergerus perlahan dan terancam mati.

Di provinsi lampung, ada sekitar 763 ribu usaha kecil menengah (UKM). Namun dari semua itu, masih banyak UKM yang belum bisa bersaing di pasar online. Pemprov lampung terus berupaya agar UKM di lampung bisa bersaing.

Dengan menggandeng kementerian perdagangan RI, Pemprov terus masif melakukan pembinaan dan pendampingan kepada para UKM di lampung. Seperti yang dilakukan jum’at pagi, Pemprov bersama direktorat penggunaan dan pemasaran produk dalam negeri kemendagRI memberikan pelatihan kepada para UKM di hotel Novotel, Bandar lampung.

Kepala dinas perdagangan Provinsi lampung , Ferynia mengatakan “pemerintah mendorong hal tersebut dengan mengenalkan inovasi baru dan pemahaman melalui teknologi untuk membuka pasar hingga ke luar negeri”.

Sementara itu, staf ahli menteri perdagangan bidang iklim dan hubungan lembagaan, Suhanto mengatakan, “dalam rangka peningkatan produk dalam negeri dan regulasi harga, UKM saat ini harus mengikuti perkembangan zaman”.
Dirinya menambahkan, bahwa pelatihan dan pendampingan ini bukan hanya sekedar seminar semata, tetapi dari pelatihan ini minimal 30 persen dapat diaplikasikan oleh para pelaku ukm di lampung. Pihaknya juha akan mengevaluasi dan memonitor ukm di lampung. (*)