Pembangunan di Lampung Wajib Pakai KLHS

Aliansi Jurnalis Independen Bandarlampung berharap isu-isu lingkungan bisa mendominasi pemberitaan di Media Massa Lampung.

Salah satunya terkait kajian lingkungan hidup startegis yang menjadi landasan program pembangunan berkelanjutan di kalangan pemerintahan pusat hingga daerah.

Isu-isu seputar lingkungan seharusnya mampu mendominasi pemberitaan media massa di Bandarlampung, hal ini disebabkan isu lingkungan berdampak besar terhadap keberlangsungan hidup manusia.

Kajian lingkungan hidup strategis atau KLHS merupakan amanat undang-undang nomor 32/2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Yaitu rangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh, dan partisipatif untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah terkait kebijakan dan program.

Pembuatan KLHS menjadi wajib dilakukan oleh Pemerintah dan Pemda untuk memastikan agar prinsip pembangunan berkelanjutan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah.

Tertuang dalam rencana tata ruang wilayah, rencana pembangunan jangka panjang, dan rencana pembangunan jangka menengan Nasional, Provinsi, Kabupaten, dan Kota.

Hal ini mengemuka pada workshop yang digelar Aliansi Jurnalis Independen bersama Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Di Hotel Batiqa Dan Whiz Prime berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu.
Kegiatan jurnalistik dengan tema konservasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan diikuti 20 awak media baik cetak, daring maupun televisi.

AJI Bandarlampung berupaya mendorong media untuk mengangkat juga isu lingkungan tidak hanya sebatas perdagangan satwa liar dilindungi seperti cula badak dan harimau. Namun juga menginformasikan kepada masyarakat keuntungan yang akan diperoleh apabila ekosistem terjaga dengan baik.

Workshop Jurnalistik ini dihadiri perwakilan dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Ismanto, bersama Wildlife Conservation Society atau WCS, Wulan Pusparini, dan World Wide Fund atau WWF, Irfan.

Kepala Bidang Teknis Konservasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Ismanto menyampaikan bahwa tren perburuan satwa di kawasan TNBBS saat ini cenderung menurun. (*)