Pegawai BPN Peras Nenek-Nenek Rp 150 Juta

Seorang oknum pegawai BPN Lampung, disidangkan di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjung Karang Bandar Lampung, lantaran kelakuannya yang diduga telah menipu seorang warga untuk membuat sertifikat hak milik tanah, dengan imbalan 150 juta rupiah.

Eko Irianto, harus duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjung Karang, lantaran perkara penipuan yang ia lakukan terhadap seorang nenek, dengan meminta imbalan 150 juta rupiah untuk pembuatan sertifikat hak milik dari sebidang tanah, 1 hektar lebih.

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Masyur ini, kali ini beragendakan mendengarkan keterangan saksi, yang dihadirkan 3 orang, di antaranya terdapat korban, Arbaya.

Pertemuan terdakwa dengan nenek 70 tahun tersebut, berawal pada saat ia ingin menjual tanah miliknya. Pada saat itu tanahnya hanya berstatus surat girik, sehingga ia menginginkan adanya sertifikat hak milik agar harga jual tanahnya meningkat.

Saat itu pula seorang koleganya memberikan informasi bahwa ada kenalannya yang dapat memenuhi keinginannya, sehingga pertemuan ia dengan terdakwa pun terjadi.

Eko Irianto pun menyanggupi keinginan Arbaya dengan permintaan biaya awal sebesar 50 juta rupiah.

Dalam rentang satu tahun terus menerus Eko Irianto meminta tambahan biaya untuk memperlancar pembuatan sertifikat tersebut.
Hingga pada september ia kembali meminta Rp 50 juta, yang diterima di sebuah rumah makan di wilayah Way Halim Bandar Lampung, dan pada akhirnya ia pun tertangkap tangan oleh Tim Saber Pungli Polda Lampung.

Terdakwa diancaman hukuman maksimal 20 tahun kurungan penjara. Sidang lanjutan akan digelar minggu depan, dengan agenda yang masih mendengarkan keterangan saksi. (*)