Pairan Perkosa Anak Kandung Sambil Mabuk Tuak

Pairan harus duduk di kursi pesakitan, lantaran ulah bejadnya yang tega mencabuli anak kandungnya sendiri secara berulang – ulang, sejak akhir 2016 hingga november 2018, dengan cara menenggak minuman keras terlebih dahulu sebelum ia melampiaskan nafsu birahinya.

Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjung Karang, kembali menggelar sidang perkara pencabulan terhadap anak dibawah umur, yang menimpa gadis belia anak kandungnya sendiri, dan kini sedang duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan.

Dalam sidang yang beragendakan mendengarkan keterangan terdakwa kali ini, Pairan mengakui segala perbuatannya, dan sempat dimarahi Hakim karena ia merasa khilaf telah berulang kali melakukan perbuatan nista itu kepada darah dagingnya sendiri yang telah ia lakukan berulang – ulang setiap minggunya.

Dalam rentan waktu 2 tahun, sejak akhir 2016 hingga pada november 2018 lalu, Dengan cara merayu korban dan mengancam akan membunuhnya jika korban tak bersedia menuruti keinginan terdakwa.

Pria 41 tahun ini pun mengatakan bahwa, sebelum ia berbuat cabul kepada anaknya tersebut, terlebih dahulu dirinya menenggak minuman keras jenis tuak. Lalu setelahnya ia masuk ke kamar korban dan mengambil handphone milik anaknya tersebut. Selanjutnya ia menyuruh korban untuk mengambil handphone miliknya tersebut ke dalam kamar terdakwa, sehingga terjadilah perbuatan yang tidak selayaknya tersebut.

Sementara sidang lanjutan akan digelar kembali pada pekan depan, dengan agenda sidang pembacaan tuntutan jaksa terhadap terdakwa Pairan Bin Suparno. (*)