Ngopi sambil Ngejazz ala Kalima Jazz Community

PESONA dan harmoni musik jazz menggelayut pada minggu malam, 4 November 2018 di kawasan Rawa Laut, Bandar Lampung. Gelaran bertajuk NGO – JAZZ alias “Ngopi Sambil Nge Jazz” yang dibesut Kalima Jazz Community (KJC) ini dihadiri para musisi Lampung, Bandung, Jakarta, wirausaha resto dan kafe, penyanyi Lampung, pemerhati dan pegiat musik jazz.

Penggagas lahirnya KJC, Amoeng Gaia yang merupakan seorang Gitaris menyampaikan, Acara berdurasi empat jam ini merupakan ajang silahturahmi para musisi dan ajang untuk eksplorasi penampilan juga merupakan program bulanan kinerja Kalima Jazz Comunity (KJC).

Dijelaskan Amoeng, konsep dasar kinerja KJC ini adalah dalam upaya memasyarakatkan musik jazz kepada masyarakat luas melalui event, diskusi dan coaching clinic. Disamping itu obsesi musisi dan para pegiat jazz lainnya dengan tulus hati berupaya menepis anggapan atau mind set masyarakat bahwa musik jazz itu musik kelas atas atau musik sulit bahkan ekslusif banget. Padahal kalau ditilik sejarah dan keberadaanya serta perkembangannya tidaklah demikian.

Jazz sangat beraroma universal dan hakikatnya hanya soal seputar selera. Dalam waktu dekat KJC juga akan menggelar acara dua pagelaran jazz di kota Bandarlampung.

Tema yang akan diusung dalam gelaran jazz nanti diantaranya Jazz For All dan Pesona Lampung Jazz. kreatifitas ini paling tidak pada gilirannya akan membawa citra dan potensi Lampung di kancah musik nasional dan bahkan internasional, khususnya jazz.

Sejumlah grup band, musisi, penyanyi bergenre jazz asal Lampung diantaranya Banu Jazz Band, AG & Friends, Inspiro Band, Zulfi harmoni, Norma, Hesti, Didid, Berlina Hutagalung, Bais Biola, Santoso, Jack bas, Toto bas, Heri Kresna serta barista (pegiat kopi) Dadang, turut menyemarakan pesona silahturahmi NgoJazz ala KJC. (*)