Mobile Branding bukan Politik Uang

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bandarlampung mencopot paksa stiker caleg dan capres yang terpasang di angkutan kota. Meski begitu pemasangan gambar citra diri tersebut bukan dinilai money politic.

Bawaslu bandarlampung melakukan pencopotan stiker caleg dan capres di 78 angkutan kota yang beroperasi di terminal Rajabasa dan Kemiling pada hari pertama penertiban mobile branding di angkot senin lalu.

Ketua Bawaslu Bandarlampung Candrawansah mengatakan pemasangan stiker caleg dan capres di angkot merupakan bentuk pelanggaran peraturan KPU dan Perbawaslu, karena angkutan kota adalah fasilitas public.

Upaya penertiban mobile branding ini mendapatkan dukungan dari Ketua Bawaslu Provinsi Lampung / Fatikhatul Khoiriyah.

Bawaslu telah memberikan imbauan kepada seluruh partai politik di kabupaten kota se Provinsi Lampung untuk menertibkan stiker caleg dan capres di fasilitas umum.

Khoir juga berpendapat bahwa pemasangan bahan kampanye seperti stiker caleg dan capres di angkot bukanlah bentuk tindakan money politic. (*)