Medsos Ambil Peran Pers

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) kota bandarlampung bersama magister ilmu komunikasi Fisip Universitas Lampung menggelar nonton bareng dan diskusi seputar jurnalisme tentang refleksi kontrol sosial media sabtu lalu di ruang pascasarjana gedung F.

Ketua AJI Bandarlampung Padli Ramdan menilai peran media pers sebagai sarana informasi secara perlahan mulai diambil alih oleh sosial media.

AJI menggelar kegiatan nonton bareng dan diskusi sebagai respon atas ancaman terhadap kebebasan pers dan kriminalisasi jurnalis terkait indonesialeaks.

Sejumlah media yang tergabung dalam indonesialeaks menerbitkan laporan investigasi tentang ‘skandal buku merah’. liputan ini memantik respons dan reaksi yang beragam. Dalam perkembangannya, karya jurnalistik tersebut berujung pada kriminalisasi dimana ketua AJI Indonesia Abdul Manan dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Advokat Elvan Gomez.

Beberapa jurnalis dituduh melanggar pasal 317 KUHP tentang pengaduan palsu kepada penguasa.
Padli Ramdan berharap media-media pers di Lampung juga dapat berkolaborasi melakukan liputan investigasi untuk mengungkap isu-isu sosial atau kejahatan-kejahatan yang ditutupi oleh penguasa, sehingga peran media pers jauh lebih unggul bila dibandingkan dengan sosial media.

Kegiatan diskusi diawali dengan menyaksikan bersama film ‘the thin blue lie’ besutan sutradara Errol Morris yang Mengisahkan Jurnalis Philadelphia Inquirer Jonathan Neumann yang membongkar praktik penyalahgunaan kekuasaan Wali Kota.

Kemudian dilanjutkan dengan deklarasi damai pemilu 2019 yang dipimpin oleh Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Sulistyaningsih, bersama Wakil Koordinator Wilayah Sumatera AJI indonesia Yoso Muliawan, perwakilan LBH Pers Lampung, dan sejumlah mahasiswa. (*)