Massa Desak Imer Darius Dianulir

Ratusan massa lakukan aksi unjuk rasa di depan kantor KPUD dan Bawaslu Lampung Selatan, Rabu kemarin.
Mereka menuntut kedua penyelenggara tersebut bersikap tegas berupa pemecatan dan penganuliran pencalonan atas dugaan pelanggaran aturan pemilu oleh Panitia Pemilihan Kecamatan Rajabasa yang terindikasi mendukung calon legislatif RI dari partai demoktrat dapil lampung 1 Imer Darius.

Lantaran tak puas dengan tindak lanjut penanganan pelanggaran pemilu di Lampung Selatan, ratusan warga melakukan aksi demo di halaman kantor penyelenggara pemilu di Lampung Selatan dengan membawa spanduk para pendemo yang menyatakan tergabung dalam pro rakyat lampung itu berunjuk rasa ke kantor KPUD dan Bawaslu Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam aksinya ratusan pengunjuk rasa meminta Bawaslu untuk bersikap tegas dengan memberikan sanksi tegas kepada panitia pemilihan kecamatan atau PPK Rajabasa yang diduga mendukung salah satu calon legislatif RI dari partai demoktrat dapil lampung 1 Imer Darius.

Mereka menuntut pencalegan Imer Darius di anulir dari daftar calon anggota legislatif.
Sementara untuk Panitia Pemilihan Kecamatan Rajabasa yang bermain-main dengan hukum agar dapat sanksi tegas karena telah melanggar kode etik penyelenggara pemilu.

Koordinator aksi Aqrobin menyatakan akan mengawal pesta demokrasi di Lampung Selatan agar berjalan secara jujur, adil dan rahasia. Apalagi jika ada caleg bermain dengan money politik, maka pihaknya tak akan mentoliler dan akan mempersoalkan ke ranah hukum.

Saat aksi berlangsung puluhan anggota kepolisian dari Polres Lampung Selatan ikut berjaga –jaga mengamankan aksi damai yang berlangsung kurang lebih 30 menit tersebut di halaman kantor KPUD Lampung Selatan.

Namun sayangnya, tak satupun tampak komisioner KPUD setempat yang datang untuk menemui para pendemo.
Sementara itu terkait dugaan pelanggaran kode etik yang di lakukan oleh PPK Kecamatan Rajabasa Komisioner Bawaslu Fahrul Rozi Lampung Selatan pihaknya telah melakukan pemanggilan kepada pihak-pihak terkait terhadap persoalan tersebut, diantaranya ketua PPK Kecamatan Rajabasa, istri anggota PPS, tim sukses caleg dan masyarakat yang hadir pada saat acara di desa kunjir dan jika dibutuhkan calegnya juga akan di panggil terkait persoalan tersebut.

Dikatakannya pemanggilan terhadap pihak terkait Bawaslu Lampung Selatan memberikan waktu selama 14 hari, dijelaskannya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh penyelenggara terindikasi terkait kode etik, jika terbukti pihaknya akan teruskan ke DKPP melalui Bawaslu Provinsi. Namun secara aturan tidak ada pelarangan yang mengatur, melarang istri dari penyelenggara pemilu menjadi tim sukses.

Selain itu, Bawaslu mengkaji sesuai pembuktian dan potensi pelanggaran terstruktur sistematis masif atau TSM, sesuai Perbawaslu Nomor 8 tahun 2018, terkait dengan struktur mengunakan fasilitas penyelenggara, diketahui Panitia Pengawas Kecamatan Rajabasa menemukan pelanggaran kode etik PPK Kecamatan Rajabasa yang di duga menjadi tim sukses salah satu caleg anggota DPR RI dari partai demokrat Imer Darius. (*)