Massa 3 Kecamatan Ancam Blokir PT SGC Lampung

Ratusan massa dari tiga kecamatan di tulangbawang menggelar aksi unjuk rasa di gerbang pintu masuk menuju PT Sugar Group Companies pada Kamis 26 september.

Massa yang berasal dari kecamatan Menggala, Gedungmeneng, dan Denteteladas itu meminta Presiden dan Kementrian agraria dan tata ruang badan pertanahan nasional mencabut hgu nomor: 87/HGU/KEM-ATR/BPN/2017 tertanggal 18 agustus 2017 tentang perpanjangan hgu atas nama PT Sweet Indo Lampung.

Dan massa juga meminta pihak SGC menghentikan kegiatan pembakaran tebu sewaktu panen dan mendesak agar SGC mengembalikan seluruh hak-hak tanah warga yang dirampas oleh perusahaan selama 25 tahun.

Tidak puas dengan kinerja pemerintah kabupaten tulangbawang yang dinilai tidak mampu menyelesaikan persoalan tuntutan mereka dengan pihak SGC. Ratusan massa yang tergabung dalam masyarakat menggugat langsung ke PT SGC.

Massa mengancam akan menduduki lahan sgc dan memblokir seluruh akses jalan jika pihak SGC masih tidak mengindahkan tuntutan masyarakat.

Dalam orasinya koordinator lapangan aksi andika mengatakan jika PT SGC adalah perusahaan penjajah yang selama 25 tahun telah merampas seluruh tanah ulayat milik masyarakat pribumi. Tanpa memberikan kompensasi atau ganti rugi.

Ditempat yang sama Kapolres Tulangbawang AKBP Raswanto Hadiwibowo yang kebetulan turun langsung memimpin pengamanan mempersilahkan massa menyampaikan seluruh aspirasi namun harus tertib dan taat aturan.

Kapolres menjelaskan jika pihak kepolisian akan mencoba memgasilitasi mediasi antara massa dengan perusahaan. Untuk mencari solusi yang terbaik bagi masyarakat dan perusahaan namun hanya beberapa perwakilan saja yang diperbolehkan untuk berdiskusi.

Permintaan kapolres sempat ditolak oleh massa lantaran ada keraguan jika mediasi yang akan dilakukan menemui jalan buntu.

Di saat bersamaan Dandim 0426 Letkol. Arm Kusfiandar Yusuf juga menegaskan TNI dan polisi akan berusaha membantu mediasi agar persoalan antara warga dengan perusahaan dapat terselesaikan.

Akhirnya usaha yang dilakukan oleh Kapolres san Dandim membujuk massa menunjuk perwakilan untuk berdiskusi membuahkan hasil. Massa menunjuk sejumlah perwakilan untuk melakukan diskusi dengan pimpinan perusahaan SGC dikawal langsung oleh kapolres dan dandim perwakilan massa masuk menuju km 19.

Namun sayang mediasi yang dilakukan oleh perusahaan berlangsung secara tertutup pihak media tidak diperkenankan untuk masuk keruangan. Bahkan melalui pihak keamanan menager PT SIL Heru Sapto tidak mengizinkan jika media ikut masuk meliput pertemuan tersebut.

Nampak aparat gabungan polres tulangbawang dibantu mapolda lampung serta anggota TNI tetap siaga sigerbang pintu masuk SGC aparat keamanan PT SGC tidak mengijinkan warga atau tamu untuk masuk dalam areal PT SGC. (*)