Mantan Kadis Sebut Aturan Khamamik Kacau

Sidang Lanjutan Perkara Suap Fee Proyek Kabupaten Mesuji Kembali Digelar Dengan Agenda Mendengarkan Keterangan Saksi Dalam Sidang Kali Ini Seorang Saksi Pensiunan Pns Mengeluhkan Terkait Aturan Di Mesuji Yang Kacau Balau .

Sebanyak Tujuh Orang Saksi Dihadirkan Untuk Memberikan Keterangannya Dalam Sidang Lanjutan Pekara Suap Fee Proyek Kabupaten Mesuji Atas Nama Terdakwa Khamamik Wawan Suhendra Dan Sang Adik Kandung Bupati Non Aktif Mesuji Taufik Hidayat.

Dari Ke Tujuh Orang Saksi Yang Hadir Terdapat Seorang Saksi Pensiunan Pns Kabupaten Mesuji Yang Dimintai Keterangannya Sebagai Penjabat Kadis Kehutanan Dan Perkebunan Di Kabupaten Mesuji .

Dalam Keterangannya Umar Rasyid Mengatakan Bahwa Aturan Yang Diterapkan Oleh Khamamik Di Mesuji Kaca Balau Sebab Terdapat Aturan Pemotongan Dari Beberapa Anggaran Non-Budgeting Sebesar 20 Persen Dari Anggaran Atk Hingga Pada Anggaran Konsumsi Yang Dengan Dalil Untuk Penghematan Anggaran .

Selain Itu Di Kabupaten Mesuji Juga Terdapat Aturan Diwajibkannya Nota Dinas Untuk Setiap Pencairan Yang Ditujukan Langsung Kepada Bupati Sebagai Permohonan Pencairan Dana Proyek Hingga Pada Pencairan Spj Dan Belum Tentu Seluruhnya Dapat Dicairkan 100 Persen Atau Sesuai Pengajuan .

Dari Aturan – Aturan Yang Diberlakukan Tersebut Saksi Umar Rasyidi Pun Sempat Mengatakan Bahwa Jabatannya Sebagai Kepala Dinas Seolah – Olah Tidak Dianggap Oleh Bupati Sebab Segala Sesuatunya Harus Dengan Persetujuan Dari Khamamik Sementara Kepala Dinas Hanya Bersifat Mengisi Jabatan Tanpa Bisa Berbuat Apa – Apa.

Khamamik Sendiri Mengakui Adanya Nota Dinas Tesebut Lantaran Ia Tidak Percaya Seutuhnya Kepada Para Bawahannya Namun Aturan Tersebut Menuai Polemik Selain Tidak Efisien Pencairan Dana Yang Didapat Tidak Sepenuhnya Itu Pun Terkesan Adanya Pemotongan Dari Sang Bupati .( Tinus Ristanto )