Ma’aruf Amin Sampaikan Pesan Politik

Calon Wakil Presiden Kiyai Haji Ma’aruf Amin mengadakan silaturahmi dengan relawan Rumah KMA Lampung, usai mengukuhkan Srikandi Jokowi-Amin di balai Krakatau Kemiling, Senin kemarin.

Pada pertemuan tersebut dia berpesan agar menjaga ukhuwah islamiyah dan watoniyah.

Ratusan relawan rumah Kiyai Ma’aruf Amin Atau Rumah KMA memadati jalan Way Sekampung Pahoman. Calon Wakil Presiden Jokowi ini menyampaikan pesan politik kepada relawan Rumah KMA.

Relawan rumah KMA terdiri dari warga Nahdlatul Ulama dan komunitas lintas agama serta diikuti perwakilan Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni).

Ma’aruf Amin menjelaskan Capres Petahana Jokowi memilih dirinya sebagai pendampingnya di Pilpres 2019 sebagai representasi dari kelompok agama dan ulama sehingga memunculkan kekuatan nasionalis dan agamis di samping TNI-Polri yang harus bersikap netral.
Amin membantah jika jokowi melakukan tindakan kriminalisasi kepada kaum ulama.

Ketua MUI ini juga menepis isu terkait dirinya yang memiliki istri delapan dan pernyataannya tentang buta dan tuli yang oleh sebagian orang dianggap sebagai pelecehan bagi kaum difabel.

Ma’aruf Amin mengaku tidak mungkin menghina kaum difabel karena dirinya juga memiliki seorang cucu difabel yang menimba ilmu di universitas brawijaya malang jurusan arsitektur.

Kehadiran Pertuni di rumah KMA justru mendorong Ma’aruf Amin untuk memperjuangkan hak-hak kaum tunanetra agar tidak mendapatkan perlakuan diskriminatif pada tahun politik mendatang.

Untuk itu Ma’aruf Amin meminta masyarakat lampung tetap menjaga persatuan dan kesatuan, baik terhadap saudara seagama maupun sebangsa.Hidup bersatu bergandengan tangan, saling tolong menolong agar hidup berdampingan secara damai dan rukun. Sehingga pada tahun 2024 Indonesia bisa tinggal landas.

Dengan dibangunnya sejumlah infrastruktur di Lampung seperti Jalan Tol Trans Sumatera, Bandara Internasional Radin Inten, dan dermaga eksekutif di lampung selatan, Ma’aruf Amin berharap elektabilitas Jokowi berada di atas 70 persen. (*)